Pemrov NTT Belum Tahu Kronologis Kematian Dolvina Abuk

- Penulis

Jumat, 1 Juli 2016 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ttu-1

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Provinsi NTT mengaku belum tahu kronologis tentang kematian Dolvina Abuk, Tenaga Kerja Wanita asal Timor Tengah Utara (TTU) yang meninggal di Negara Malaysia.

Hal ini terungkap dalam audience Pemda TTU dengan Pemerintah Provinsi NTT di ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat,01/07. Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, Kadis Sosial TTU, Simon Soge dan sejumlah pejabat dari TTU, Apjati NTT, BNP2TKI, Polda NTT dan Perwakilan Kejati NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Litelnoni mengatakan Pemprov NTT belum tahu persis kronologis terkait kematian Dolvina Abuk.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

” secara kronologis Pemda provinsi baik Gubernur dan Wakil Gubernur Belum Tahu. Atau cerita yang berpangkal dari mana sehingga ada kejadian Dolvina Abuk meninggal,” Kata Litenolni.

Menurutnya kejadian miris yang menimpah Dolvina Abuk bukan hanya masalah bagi Pemda TTU tapi juga menjadi tanggung jawab Pemprov NTT.

” Siapa yang mengijinkan otopsi sehingga pemerintah Diraja Malaysia melakukan otopsi.sama seperti kirim pakaian saja dari Malaysia.hasil otopsinya sudah didapat atau belum?, kata Litelnoni ketika menanggapi Presentase Wakil Bupati TTU.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Dalam kesempatan tersebut Aloysius Kobes mengatakan secara admnistrasi Dolvina Abuk berangkat ke Malaysia dengan Dokumen ilegal.

” Penyebab setelah diusut administrasi pengirimannya tidak sah dan ilegal. seluruh adminitrasinya ternyata dari Kabupaten Kupang bukan dari TTU,” kata Aloysius Kobes.

Dikatakannya Pemda TTU meminta Pemprov NTT untuk memberi petunjuk dan arahan karena berkaitan dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten terbatas karena berhadapan dengan hukum internasional dalam penanganan Kasus Dollvina Abuk.

” Ada masukan masukan dari Pemprov NTT berkaitan dengan kasus ini.karena selain menyangkut harga diri juga keadilan buat keluaraga,” pugkasnya.(SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru