Sebut Anggur Merah Bermasalah, Bappeda NTT : LHP Tahun Berapa?

- Penulis

Kamis, 12 November 2015 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Frans Leburaya
Gubernur NTT, Frans Leburaya

Kupang, Savanaparadise.com,- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTT mengklarifikasi pernyataan Anggota Fraksi PAN DPRD NTT, Yeni Veronika terkait pernyataannya yang menyebut ada temuan BPK terkait dana Anggur Merah. Yeni Veronika dalam sebuah kesempatan kampanye mengatakan ada temuan BPK senilai Rp 400.000. 000 yang bermasalah.dari total Rp 400. 000.000,- ada Rp 200.000.000,- yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

” LHP BPK tahun berapa?, setahu kami di Bappeda NTT tidak ada temuan soal dana Anggur Merah dalam LHP BPK. makanya saya tanya tahun berapa LHP nya? kata Kasubag Keuangan Bappeda NTT, Buanergis Herodianis Mbau, kepada Savanaparadise.com, Kamis, 12/11 di DPRD NTT.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Mbau mengatakan dalam LHP BPK pada tahun anggaran 2014 dan 2015 tidak ada temuan. kalaupun ada temuan dari BPK, Bappeda NTT akan menindaklanjuti sebagai skala prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” kalau temuan uang tidak ada. biasanya kalau ada temua itu langsung ditindaklanjuti. makanya kami mau tahu apakah tahun ini tahun, tahun kemarin atau tahun yang lalu,” jelasnya.

Pernyataan Yeni veronika juga memantik kritik keras dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, GUsti Beribe menilai tudingan Anggota Fraksi PAN, Yeni Veronika tidak berdasar dan terkesan mengada ngada. Gusti mengatakan dirinya mendapat informasi, dalam kampanye untuk paket Deno-Madur, Yeni mengatakan dana Anggur Merah bermasalah karena ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp. 200. 000.000.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

” dia mengatakan dana anggur merah ada 400 juta, temuan BPK dari 400 juta ada 200 juta yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. itu membuktikan dia melakukan pembohongan kepada masyarakat,” kata Gusti.(SP)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru