Anggota DPRD NTT Pengguna Narkoba Terancam Penjara 12 Tahun

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2015 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda NTT , Brigjend ENdang Sunjaya memberi keterangan pers kepada para Wartawan terkait penangkapan AS
Kapolda NTT , Brigjend ENdang Sunjaya memberi keterangan pers kepada para Wartawan terkait penangkapan AS

Kupang, Savanaparadise.com,- AS, anggota DPRD NTT yang ditangkap Direktorat Narkoba Polda NTT karena menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, telah ditetapkan sebagai tersangka. Kader Patai Gerindra ini terancam kurungan penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.

Selain AS, pemasok barang haram ini yang ditangkap di Cengkareng, Jakarta Barat berinisial FB juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTT. FB terancam kurungan maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 100 miliar rupiah.

“AS dijerat dengan pasal 112 (1) dengan ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dengan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. Dan F alias B dijerat dengan pasal 144 (1) dengan hukuman penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar,” kata Kapolda NTT, Brigjen, Endang Sunjaya, Rabu (28/10/2015).

Sebelumnya, AS yang ditangkap di salah satu hotel ternama di Kupang bersama barang bukti berupa aluminium foil di meja kamar, satu paket sabu-sabu di kantong kiri dan di dompet tersangka, satu pipet di kantong kanan, satu bong alat hisap di bawah tempat tidur.

“Dia sudah menjadi target operasi POlda NTT, dan sudah berhasil ditangkap aparat kami dengan sejumlah barang bukti yang yang juga berhasil diamankan,” ujar Sunjaya didampingi Direktur Narkoba Kombes Pol Kubul KS, Kasubdit 1 narkoba Kompol S.Robert Boelan dan Kabid Humas AKBP Jules Abraham Abast.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Ia menambahkan, Polda NTT terus mendalami kasus ini dan peredaran narkoba secara umum di Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, berbagai langkah akan terus diupayakan untuk meminimalisir masuknya narkoba, karena NTT saat ini merupakan daerah yang rawan peredaran narkoba.

“Banyak pintu masuk baik lewat laut maupun udara yang memudahkan narkoba masuk secara gampang. Ini akan kami upayakan untuk bisa diminimalisir,” pungkasnya.(SP)

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB