Upah Jurnalis NTT Belum Sesuai Standar

- Penulis

Rabu, 1 Mei 2013 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com, – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis upah layak jurnalis di daerah itu mencapai Rp 3,6 juta bagi juranlis pemula. Namun, kenyataannya upah jurnalis di daerah belum mencapai angka tersebut.

“Hasil servei AJI Kota Kupang, standar gaji Jurnalis Rp 3,9 juta. Itu bagi jurnalis pemula,” kata Ketua AJI Kota Kupang, Simon Nilli melalui Ketua Serikat Pekerja (SP) AJI Kota Kupang, Jhon Seo, Rabu, 1 Mei 2013.

Penetapan upah ini dilakukan setelah menyusun berbagai komponen dan harga kebutuhan hidup layak sesuai dengan ketetapan peraturan yang berlaku. Bahkan, sebagian besar media di NTT menggaji jurnalisnya dikisaran Rp 1-2 juta per bulan. Bahkan ada media yang menggaji di bawah Upah Minimum Provinsi sebesar Rp 1,010 juta.

Rendahnya upah jurnalis di NTT, menurut dia, sehingga wartawan terpaksa harus menjadi loper untuk korannya, sekalian menjadi agen iklan, karena perusahaan medianya kurang modal. “Tidak bisa dipungkiri. Kalau ada wartawan yang merangkap mejadi loper koran, dan agen iklan,” katanya.

Misalnya, tabloid Hak Rakyat (HR), hanya menggaji karyawannya sebesar Rp 500 ribu per bulan. “Kami hanya digaji Rp 500 ribu per bulan,” kata salah satu wartawan HR.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Pemilik media tabloid expontt, Wens Jhon Rumung mengaku terpaksa memberdayakan wartawannya dengan menjual koran dan menjadi agen iklan agar upahnya bisa di gaji. “Saya terpaksa minta wartawan untuk jual koran, agar bisa diberi upah,” katanya.

Menurut dia, dua media besar di NTT, seperti Pos Kupang dan Timor Express harusnya menjadi contoh bagi pemilik media di NTT dengan memberikan upah jurnalis sesuai standar Rp 3,6 juta. “Kenyataannya upah di media besar di NTT juga belum sampai angka Rp 3,6 juta,” katanya.(SP)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru