RSUD Aeramo Tutup 3 Poli Tuai Protes Masyarakat

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2020 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mbay, Savanaparadise.com,- Managament RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo melakukab Penutupan sementara 3 Poli. 3 poli yang ditutup adalah poli Kebidanan, Poli Anak dan Poli penyakit dalam.

Penutupan itu menuai kritikan dari masyarakat setempat. Kritikan ini datang Masyarakat Nangaroro, Abubakar Le. Abubakar le mengatakan penutupan 3 poli olh managamen merupakan sebuah masalah bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” rumah sakit ini tempat atau sarana yang di butuhkan orang banyak , masa harus di tutup karena ke 3 dokter spesialis tersebut masih menjalani isolasi mandiri di karenakan hasil rapid test reaktif,” kata Abubakar yang juga Kapolsek Nangaroro ini.

Baca Juga :  Kantongi Sertifikat Tanah, Pemda Ende Gusur Rumah Warga Keluarga; Kami Punya Surat Hibah Dari SVD

Abubakar yang berpangkat Ipda ini mengatakan kebijakan penutupan itu sangat keliru ditengah kondisi masih ada dokter yang membuka prakter diluar rumah sakit.

” Kalau sudah seperti ini sapa yang mau bertanggu jawab ketika ada pasien yang membutuhkan mereka?,” kata Abubakar.

” Dokternya silahkan sesuai dengan protap yang ada harus dikarantinakan.
Tapi pelayanan kepada masyarakat bagaimana pun harus tetap berjalan
Jangan tutup 3 Poli itu,” kata Dia.

Ia juga meminta agar Dinas terkait dan Direktur RSUD Aeramo segera mengambil langkah ataupun solusi yang tepat Sehingga 3 poli tersebut tetap berjalan normal pelayanannya kepada masyarakat.

Direktur RSUD Aeramo drg. Emerensiana Reni Wahyuningsi ketika dikonfirmasi membenarkan penutupan 3 poli di RSUD RSUD Aeramo. Ia mengatakan penutupan itu akibat 3 dokter poli sedang menjalani masa karantina mandiri.

Baca Juga :  Pendapatan Videotron Baru Capai 3 Jutaan, Marianus; Dari Segi Ekonomi Pemkab Ende Akan Tinggalkan Bekas Tidak Berdaya Guna

Karantina mandiri yang dijalani oleh 3 dokter poli tersebut sudah sesuai protap untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

” Kita tunggu hasil SWABnya kalau negatif maka tiga poli tersebut kita akan buka lagi,” kata dia.

Ia menjelaskan intuk sementara pelayanan yang di buka Poli Umum, Poli Bedah , Poli Internal, Poli obsgyn untuk periksa Ibu Hamil tanpa USG, Poli Anak dilayani oleh Dr Umum, Poli Gigi, IGD, Lab, Radiology Tetap buka jug Rawat Inap Tetap buka.(FR03)

Berita Terkait

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan
Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende
GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan
Relawan SPPG di Ende; Program MBG Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal Serta Buka Lapangan Kerja
PADMA Indonesia Tegaskan Penggusuran Rumah Warga di Ende Oleh Pemda Abaikan Kemanusian dan Langgar Konstitusi
ADD 2025 Dipotong 6 Juta; Kadis PMD Ende Sebut Bukan Dipotong Tapi Disesuaikan dan Uangnya Ada di Kas Negara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:08 WIB

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:01 WIB

Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:52 WIB

GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan

Berita Terbaru