Penataan Aset Daerah Yang Kurang Baik Jadi Penyebab Disclamer

- Penulis

Kamis, 8 November 2012 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, mengatakan bahwa 6 kabupaten yang sedang disclaemer berdasarkan hasil pemeriksaan BPK disebabkan banyak faktor, antara lain aset daerah yang tidak ditata secara tertib dan secara administrasi. Misalnya kepemilikan aset tanah dan lain-lain.

“Jika secara administrasi kurang mendukung maka butuh pembenahan agar tidak disclaemer lagi. Contoh kasus, misalnya membeli ternak dengan menggunakan anggaran belanja modal, tetapi saat di pantau soal keberadaan ternak tersebut, ternyata masyarakat mengatakan bahwa ternak tersebut sudah mati, hal ini yang mengakibatkan terjadinya disclaemer,” ungkap Lebu Raya kepada savanaparadise.com, Kamis 8/11, siang tadi.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Menurutnya, sementara ini memang kita mendorong pemerintah kabupaten-kabupaten yang di disclaemer untuk menata secara baik aset-aset daerahnya dan penggunaan dana secara hati-hati dan penuh pertanggungjawaban.

. “Saat ini, berdasarkan pantauan terakhir sudah mulai mengarah pada wajar tanpa pengecualian”, tandas Gubernur.

Disebutkan pula bahwa berdasarkan keputusan Menteri Keuangan ada 3 kabupaten yang masih dalam disclaemer, yakni Ngada, Manggarai, dan Lembata. Hal tersebut disebabkan karena keterlambatan administrasi dari masing-masing kabupaten. Imbuh Lebu Raya. (Rey)

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Berita Terbaru