Minta Pleno Ditunda, Forum Anti Politisi Busuk Geruduk KPUD NTT

- Penulis

Jumat, 31 Mei 2013 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penjagan kantor kpud oleh aparat kepolisian/foto SP
penjagan kantor kpud oleh aparat kepolisian/foto SP

Kupang, Savanaparadise.com,- Forum Gerakan Anti Politisi Busuk, melakukan demontrasi di kantor KPUD NTT, Jumad, 31/05. Kedatangan mereka di kawal ketat oleh aparat kepolisian dari polres Kupang Kota serta di back up oleh satuan Brimobda NTT serta personil TNI. Massa datang dengan konvoi kendaraan pick up yang sehari-hari merupakan mobil angkutan penumpang pedesaan serta kendaraan roda dua.

Forum Gerakan Anti Politisi Busuk meminta KPUD NTT untuk menunda pleno rekapitulasi penghitungan suara yang sedianya akan di laksanakan pada tanggal 1 juni esok.

Menurut Koordinator Gerakan Anti Politisi Busuk, Yan Pieter Windy, pleno penetapan calon terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur harus di tunda karena masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang harus di selesaikan.

“Kami minta KPU sebagai penyelenggara untuk menunda pleno karena masih terdapat banyak Kecurangan dan pelanggaran yang terjadi,” kata Koordinator Gerakan Anti Politisi Busuk, Yan Pieter Windy.

Dikatakan Windy kecurangan yang terjadi sepanjang proses pemilihan gubernur putaran II Sangat banyak.

“politik uang yang terjadi Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan, intimidasi pemilih, pengerahan oleh aparat negara serta sejumlah pelanggaran lainnya”, papar Windy.

Permintaan untuk menunda pleno kata Windy hanya untuk menempatkan persoalan
demokrasi di daerah ini pada porsinya, sehingga tidak menciderai demokrasi yang sedang terjadi di daerah ini.

Terkait dengan hal tersebut kata Windy, Gerakan Anti Politisi Busuk menuntut proses pleno dihentikan dansegera menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur, Djidon de Haan, kepada wartawan mengatakan KPU tidak bisa menunda jadwal pleno penetapan rekapitulasi penghitungan dan penetapan calon terpilih karena sudah terjadwal.

Menurut Djidon , pelaksanaan pleno yang akan digelar Sabtu (1/6) sudah merupakan jadwal tetap yang tidak bisa lagi ditunda.

“Ini sudah menjadi pertauran yang harus ditaati oleh KPu selaku penyelenggara. Kita bekerja sesuai dengan aturan dan jadwal yang ada,” kata Djidon.

KPU tetap kata Djidon akan melanjutkan tahapan yang sudah terjadwal dan tidak akan terpengaruh dengan pihak-pihak tertentu.(SP)

Berita Terkait

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berita Terbaru

Kondisi salah satu rumah warga di Dusun Nioniba isi dalam rumah dipenuhi lumpur sesudah banjir (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

Sabtu, 7 Mar 2026 - 08:15 WIB