Ide Brilian SPK, Pariwisata Sebagai Prime Mover Ditopang Sektor Ekonomi Sekunder

- Penulis

Jumat, 8 November 2024 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG ,Savanaparadise.com-Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) masih melirik sektor pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai lokomotif penggerak ekonomi NTT.

Dalam debat kedua yang diselenggarakan KPU NTT di Auditorium Undana, Rabu (6/11/2024), Calon Gubernur Simon Petrus Kamlasi (SPK) mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan panelis terkait pilihan sektor lokomotif yang akan ditawarkan untuk meningkatkan kontribusi antar sektor dan antar daerah di NTT dalam penurunan angka kemiskinan.

Untuk mendukung pariwisata, Cagub SPK memandang bahwa perlu ada topangan dari sejumlah sektor sekunder yang unggul yakni pertanian, perkebunan, peternaka serta perikanan dan kelautan. Semua sektor unggulan ini perlu dimaksimalkan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pariwisata di Labuan Bajo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini penting dilakukan, karena menurut SPK, ada sejumlah pasokan kebutuhan pertanian, peternakan, dan perikanan untuk kebutuhan pariwisata Labuan Bajo selama ini masih datang dari berbagai daerah di luar NTT. Oleh karena itu, paket SIAGA akan fokus pada hilirisasi, mulai dari tanam, panen, dan olah sehingga bisa memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat NTT.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

“Jangan jual produk mentah ke luar, tetapi kita harus siapkan betul dari awal, seperti minyak kita buat dari kopra, kopi, dan sektor pertanian lain itu harus disiapkan secara baik untuk dipasok ke Labuan Bajo,” ujarnya.

Lanjut Simon, SIAGA akan membangun kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh Bupati/Wali Kota Kupang seluruh NTT untuk mengembangkan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Statemen Simon Petrus Kamlasi pun ditanggapi oleh Calon Gubernur NTT nomor urut 1, Yohanes Fransiskus Lema. Menurut dia, Pariwisata memang sebagai lokomotif penggerak ekonomi NTT. Namun perlu didukung oleh sektor lain.

Ansy menegaskan, pariwisata Labuan Bajo harus menghidupkan sektor nelayan, peternakan dan pertanian. “Sektor ekonomi primer ini harus dihidupkan. Sentra pertanian, peternakan, dan perikanan harus dibangun sehingga dirasakan dampaknya bagi nelayan, petani dan peternakan,” ujarnya.

Calon Gubernur NTT nomor urut 2, Melki Laka Lena sepakat dengan pengembangan pariwisata sebagai lokomotif penggerak ekonomi NTT. Namun, ia menegaskan, yang perlu dieksplorasi ke depan potensi Karbon Kredit di sektor kelautan yang ada di laut Sawu.

Baca Juga :  Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Menurut Melki, Karbon Kredit yang ada di laut Sawu harus dikelola secara baik untuk menjadi potensi daerah, dan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Kami akan mengurus ini menjadi bagian dari mengembangkan sektor lain di NTT untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” tegasnya.

Tanggapan dua Cagub NTT itu mendapat respon balik dari Simon Petrus Kamlasi. Simon mengatakan, pemanfaatan energi juga penting dalam pembangunan sistem irigasi di NTT.

Energi Baru Terbarukan di pulau Sumba itu sangat potensial untuk dioptimalkan agar memanfaatkan potensi daerah di k pertanian, peternakan dan perikanan.

“Pemanfaatan energi baru terbarukan itu akan membantu menghemat biaya penggunaan listrik. Karena pompanisasi dan kebutuhan mekanisasi untuk irigasi itu tidak akan mengeluarkan uang untuk biaya listrik lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus SIAGA adalah pengembangan pertanian di NTT berbasis mekanisasi yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat khususnya petani. **

Berita Terkait

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Anggota Dewan di Ende Desak Pemerintah Perhatikan Pelayanan di Dukcapil dan Sektor Kesehatan
Fraksi PDIP DPRD Ende Pertanyakan Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024
Kolaborasi Antara Sang Mantan dan Bupati Aktif, Rencanakan Bangun Ende Bersama-sama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:15 WIB

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berita Terbaru