Bupati Manggarai dan Senator Medah Gagas Masyarakat Ekonomi NTT

Podium

Ruteng, Savanaparadise.com,- Bupati Manggarai DR. Deno Kamilus menorehkan gagasannya kepada Senator/Anggota DPD RI asal NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah tentang konsep Masyarakat Ekonomi NTT, ketika ramai diperbincangkan tentang Indonesia yang kini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Bacaan Lainnya

Menurut Bupati Deno, Provinsi NTT harus dilihat sebagai sebuah pasar bersama mulai komoditas, tenaga kerja dan apa saja. “Sehingga, misalnya tenaga kerja dari Manggarai bisa dipakai di Kupang dan daerah lain di NTT. Soal komoditas, juga bisa disenergikan bersama antar Pemda Kabupaten dan Kota di NTT,” ujar Bupati Deno Kamilus ketika acara tatap muka dan dialog antara Pemda Manggarai dengan Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Aula Kantor Bupati Manggarai, Sabtu pekan lalu. Ibrahim Medah saat itu tengah menjalankan masa resesnya selaku senator/anggota DPD RI dengan menjaring aspirasi masyarakat di beberapa kabupaten di daratan Flores sejak 18-22 Maret 2016.

Manggarai, kata mantan wakil bupati dua periode itu juga membutuh daging dan telur ayam, tetapi tidak harus didatangkan dari Pulau Jawa. Menurut dia, mesti ada lalulintas antar wilayah di NTT yang lancar untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam NTT sendiri. “Rute pelayaran kapal feri antar pulau di NTT mesti lebih dieprlancar, sehingga NTT menjadi pasar berasama selain MEA,” katanya.

Bupati Deno mengharapkan Senator Dr. Ibrahim Agustinus Medah bisa memperjuangkan persoalan strategis ini di Pemerintah Pusat agar NTT dapat dilihat dari Jakarta sebagai sebuah geoekonomi yang saling menopang antar Kabupatennya.

Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah mengaku kagum dengan ide cerdas yang dilontarkan Bupati Manggarai terkait pasar ekonomia NTT bersama. Ia meresponsanya dengan membangun koordinasi dengan Gubernur NTT dan Pemerintah Pusat agar mendukung gagasan tersebut.

Menurut Medah, jika selama ini ada MEA, maka saatnya harus dipikirkan tentang Masayayarat Enkonomi NTT. “Sebagai contoh, wilayah Manggarai Raya selalu surplus beras namun beras yang dikonsumsi di Kupang lebih banyaka datang dari Makasar dan Jawa. NTT sebenarnya punya pasar yang besar antar daerahnya,” katanya.

Dikatakan Medah, mestinya seluruh komiditi di Indonesia ini dipasarkan di Indonesia karena pasar domestik sangat besar dan menjadi terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika. Hali itu, kata dia, sebenarnya yang dikehendkai Presiden Jokowi lewat ide tol laut dan distribusi komoditi di dalam Indonesia. “Dunia sangat mengincar pasar besar dan Indonesia ada di dalam incaran pasar dunia. Tol laut yang digagas Presiden harus dimanfaatkan dengan baik agar peredaran arus ekonomi menjadi lebih lancar. Sepanjang dibutuhkan maka harus ada, dan jika pasar merespons baik komoditi petani maka akan memacu para petani kita agar lebih giat berproduksi. Ekonmi NTT akan beriringan dengan masuknya MEA,” ujar Medah.

Mantan Bupati Kupang dua periode itu mengatakan, kondisi NTT saat ini harus digenjot secepat mungkin dari aspek waktu, dan juga dalam skala yang sangat cepat karena sedang dalam kondisi sangat kritis. Salah satu caranya dengan membuat Ekonomi NTT.

Dikatakannya, kondisi saat ini in come perkapita NTT sesuai sensus ekonomi tahun 2013 tercatata hanya Rp 7 juta sedangkan secara Nasional diatas Rp 45 juta, berarti NTT hanya berada pada 15 persen dari tingkat Nasional. Kondisi ini sangat menyedihkan sehingga angka kemsiskinan NTT semakin hari semakin bertambah. Dari aspek SDM, katanya, sesuai data BPS, jumlah penduduk NTT yang memasuki lapangan kerja, yang berpendidikan SD atau yang tidak tamat SD mencapai 67 persen, artinya SDM NTT sangat rendah. “Yang setingkat SLTP hanya 17 pesren, SLTA 21 persen, Sarjana hampir tidak kelihatan karena angkanya sangat kecil. Artinya SDM NTT di lapangan pekerjaan sangat rendah. Ini menggamabarkan kulaitas dan kinerja kita di NTT,” katanya.

Dengan masuknya MEA, lanjut Medah, NTT akan ditekan oleh produk dan tenaga kerja dari luar dan akan melemahkan semangat masyarakat NTT karena produk luar masuk ke Indonesia. “Dari segi lapangan kerja, kita akan ditekan oleh tenaga trampil dengan pendidikan dan pengetahaun yang terampil lalu masyarakat kita akan mati lumpuh. Maka NTT harsu cepat bergerak,” ujarnnya optimis.

Di Kabupaten Manggarai Barat, senator Ibrahim Medah juga bertemu Bupati, Pimpinan DPRD dan Masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Labuanbajo. Bupati Manggarai Barat Gusty CH. Dulla Bmengharapkan dukungan Senator Ibrahim Medah untuk berkoordinasi dengan berbagai Kementrian di Pusat untuk mendukung pertumbuhan Pariwisata di Manggarai Barat yang sudah ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata nasional. “Kami juga mengharapkan agar Bapak Ibrahim Medah memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan untuk menunjang pariwisata di Manggarai Barat,” katanya.

Mersepons itu, Ibrahim Medah mengatakan, semua usul dan saran dari masyarakat dan Bupati Manggarai Barat tersebut akan disampaikan dalam Rapat Komite II DPD RI serta menyampaikan kepada Kementerian terkait tentang pengeluhan, usul dan saran tersebut. “Kami akan mengawal tindak lanjut dari Kementerian terkait sehingga dapat terwujud apa yang menja di keluhan, usul dan saran masyarakat dan Bupati Manggarai Barat,” katanya.(SP)

Pos terkait