Ada Nama Singa Edan Pada Penamaan Pulau Serentak Di NTT

- Penulis

Senin, 16 Mei 2016 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Frans Leburaya ketika melakukan penandatangan prasasti//Foto Lintasntt
Gubernur NTT, Frans Leburaya ketika melakukan penandatangan prasasti//Foto Lintasntt

Ba,a, Savanaparadise.com,- Guna mengantisipasi pencaplokan oleh pihak luar, sedikitnya sepuluh pulau tak berpenghuni di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/5), diberi nama dan dibakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang dipimpin langsung oleh gubernur Frans Lebu Raya.

Pemberian nama dan pembakuan pulau, ditandai dengan penandatangan prasasti. Tiga dari pulau yang diresmikan tersebut, tujuh pulau ada di wilayah Kabupaten Rote Ndao, dan tiga pulau berada di daerah lain di wilayah NTT yakni, pulau Nusa Dua, Nusa Tiga, dan pulau Singo Edan yang berada di Kabupaten Manggarai Barat.

Pembakuan serta pemberian nama pulau-pulau ini, dilakukan secara serentak di pulau Usu, yang terletak di Kabupaten Rote Ndao, daerah paling terdepan NKRI dengan negara Australia.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, pemberian nama pulau ini mempunyai makna yang besar, karena menunjukkan bahwa pulau-pulau itu milik Indonesia.

“Tapi inti dari kehadiran seluruh Forkompimda dan memberikan pembakuan nama pulau, itu adalah negara hadir dipulau ini, dan menyatakan kepada semua orang di dunia bahwa inilah wilayah Indonesia, yang ada di Nusa Tenggara Timur, katanya.

Ia menambahkan, dunia perlu tahu bahwa saat ini sudah ada Sepuluh pulau di NTT yang sudah dikukuhkan namanya, dan tidak boleh ada lagi negara lain yang mengklaimnya.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

“Nah demikian juga dengan kegiatan ini, Saya berharap nanti para bupati se-Nusa Tenggara Timur yang juga punya pulau-pu;au yang belum punya nama, bisa berinisiatif bersama untuk kita memberikan pembakuan,” tegas Frans Lebu Raya.

Dari Sepuluh pulau yang dikukuhkan, terdapat satu pulau yang berpenghuni, yakni pulau Usu di Rote Ndao, dengan jumlah penduduknya mencapai 800 jiwa.

Pemberian nama serta pembekuan Sepuluh pulau ini, dalam waktu dekat pemerintah setempat akan menyampaikan kepada pemerintah pusat, agar segera didaftarkan di PBB sebagai bagian dari NKRI(Juven Nitano).

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru