Waingapu, Savanaparadise.com,- PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) memanfaatkan momentum Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) ke-44 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan jemaat GKS.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan KUR secara simbolis kepada sejumlah pelaku UMKM pada pembukaan Sidang Sinode GKS ke-44 yang berlangsung di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi Komisaris Independen Prof. Frans Gana, menghadiri kegiatan tersebut bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, para kepala daerah se-Daratan Sumba, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang, jajaran DPRD, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, serta ribuan peserta sidang sinode.
Charlie Paulus menegaskan, kehadiran Bank NTT dalam Sidang Sinode GKS tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap sektor usaha produktif.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Bank NTT menyerahkan KUR kepada pelaku UMKM dari Jemaat GKS Kambajawa, GKS Tanggamadita, GKS Tanalingu, GKS Benda, dan GKS Kawalung. Penyaluran pembiayaan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank NTT dan Sinode GKS dalam memperluas akses permodalan bagi warga jemaat yang memiliki usaha produktif.
Menurut Charlie, KUR bukan hanya fasilitas pembiayaan, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Program KUR yang didukung pemerintah menawarkan bunga yang terjangkau serta skema pembayaran yang fleksibel, sehingga dapat diakses oleh pelaku usaha yang layak dan produktif, termasuk mereka yang belum memiliki agunan memadai untuk memperoleh kredit komersial.
Di wilayah Sumba, keterbatasan akses permodalan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan industri rumah tangga. Melalui penyaluran KUR, Bank NTT berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Inisiatif ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menempatkan UMKM sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi antara Bank NTT, pemerintah, dan Sinode GKS diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat jemaat.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui layanan keuangan yang inklusif dan berpihak pada sektor produktif. Penyaluran KUR kepada warga jemaat GKS menjadi bukti nyata komitmen tersebut sekaligus mempertegas semangat “Mangun Nda Nyuta Ya” untuk tumbuh bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur.(SP)










