Ende, savanaparadise.com,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Iwan Kila menilai PT. Sokoria Geothermal Indonesia (SGI) belum maksimal berkontribusi untuk daerah.
Penilaian itu Iwan Kila sampaikan lantaran selama PT. SGI beroperasi sejak Maret 2022 perawatan jalan yang semestinya menjadi tanggung jawab PT. SGI sepanjang 19 kilometer, jalan Saga-Sokoria masih cukup memprihatikan.
Politisi partai Hanura ini mengatakan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Ende dan PT. SGI di ruang gabungan komisi DPRD Ende, Kamis, (25/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah sebanyak lima kali pertemuan dan peninjauan lapangan yang dilakukan DPRD Ende bersama pemerintah daerah guna memantau pelaksanaan komitmen perusahaan. Namun, kondisi jalan Saga–Sokoria saat ini sangat memprihatinkan. Warga dan kendaraan operasional perusahaan sendiri sudah jarang melewatinya, dan lebih memilih mengambil jalur memutar melalui Moni, Jopu, hingga Wolojita baru menuju Sokoria,” ungkap Iwan Kila.
Selain menyentil soal kondisi infrastruktur jalan yang cukup prihatin karena kurang kontribusi dari PT SGI, Iwan Kila juga mendorong agar perusahan yang mengelola proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi tersebut untuk memperhatikan juga menyangkut pengembangan sumber daya manusia lokal bagi warga setempat.
“Kita berharap agar warga setempat tidak hanya dipekerjakan sebagai tenaga kasar ataupun petugas keamanan tetapi, diberi kesempatan menduduki posisi staf kantor ataupun tenaga teknis”, harapnya.
Iwan Kila kembali mengingatkan PT SGI untuk memperhatikan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang selalu menjadi sorotan publik terkait rencana perluasan wilayah pengeboran di 11 titik lokasi.
“AMDAL dan IPAL tolong disiapkan secara matang karena ini penting demi mencegah resiko kerusakan lahan pertanian, pencemaran sumber air dan kerusakan lingkungan lainnya”, tegas Iwan Kila.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Sabri Indra Dewa menegaskan pihak SGI perlu segera menjawab beberapa tuntutan yang sekian lama telah disampaikan yakni memperhatikan kondisi jalan dan drainase di wilayah Saga – Sokoria yang di nilainya dapat membahayakan pengguna jalan.
Ia juga mendesak agar pihak SGI segera menyerahkan dokumen AMDAL yang sudah lama diminta namun hingga kini belum terwujud karena disebutnya dokumen tersebut dianggap krusial sebab memuat berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan kepentingan sosial dan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi proyek.
Di sisi yang lain, Sabri Indra Dewa juga menekankan bahwa perhitungan bonus produksi harus berdasarkan rumusan yang baku agar dapat dipertanggung jawabkan.
“Ini meruapakan alat pengawasan agar daerah dapat memverifikasi dan membandingkan keakuratan nilai yang dilaporkan. Nantinya, ketentuan mengenai pembagian bonus ini akan diatur dalam Peraturan Bupati, dengan komitmen 50 persen dari jumlah yang diterima akan disalurkan langsung ke desa setempat untuk mendanai berbagai program pembangunan”, tegas Sabri.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










