Ende, Savanaparadise.com,- Sebanyak 270 orang petugas sensus ekonomi tahun 2026 di kabupaten Ende siap melakukan pendataan di setiap desa dan kelurahan yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di kabupaten Ende.
Selain merekrut petugas pendataan, BPS juga merekrut sebanyak 44 pengawas untuk mengawasi proses pendataan agar berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Total secara keseluruhan baik petugas pendataan dan juga pengawas sebanyak 314 orang.
Petugas pendataan dan pengawas ini sebelum turun ke lokasi dibekali dengan berbagai pengetahuan dalam bentuk pelatihan sensus ekonomi yang di selenggarakan BPS kabupaten Ende. Pelatihan ini di bagi dalam beberapa gelombang, lokasi dan waktu yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara kegiatan pelatihan sensus ekonomi di Aula Hotel Flores Mandiri di buka secara langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda yang didampingi oleh Kepala BPS kabupaten Ende, I Made Suantara.
Kepala BPS Kabupaten Ende, I Made Suantara usai pembukaan kegiatan pelatihan sensus ekonomi 2026 di Hotel Flores Mandiri, Kamis, (11/6/26) menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu bagian penting untuk melatih petugas agar mereka paham dan mengerti saat menanyakan data di lapangan kepada masyarakat.
Menurut penjelasannya, sensus ekonomi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum, potret usaha di seluruh wilayah NKRI, khususnya di NTT dan Ende, berapa usaha besar, usaha menengah, usaha mikro, usaha kecil sebagai dasar bagi pemerintah untuk pengambilan kebijakan, pengembangan usaha serta pengambilan kebijakan tentang usaha, termasuk juga dunia usaha.
“Jadi kami melakukan sensus, memotret. Setelah itu, kami serahkan kepada pemerintah, baik itu ke akademisi, maupun ke dunia usaha untuk dasar-dasar perencanaan sesuai bidang masing-masing”, terang I Made di Aula Hotel Flores Mandiri.
Menurut I Made Suantara, pelatihan sensus ekonomi 2026 sudah berlangsung sejak tanggal 2 Juni 2026 dan nantinya akan berakhir di tanggal 13 Juni 2026. “Jadi, pelatihan kami bagi dalam tiga gelombang dengan jumlah pesertanya sebanyak 314 orang petugas. Sedangkan yang mendata sebanyak 270 orang dan 44 pengawas. Jadi 270 itu menyebar di 21 kecamatan sesuai dengan jumlah RT atau kami sebut satuan lingkungan setempat”, jelasnya.
“Penyebaran para petugas sensus itu bervariasi, tentunya yang paling banyak itu yang di kecamatan sentra usaha, misal di Ende Selatan”, tambah I Made.
I Made menghimbau kepada semua lapisan masyarakat tanpa kecuali di Kabupaten Ende untuk mendukung dan menyukseskan sensus ekonomi 2026 dengan memberikan data dan informasi yang benar agar data yang dihasilkan betul-betul akurat. Karena menurutnya, data yang akurat tersebut nantinya berdampak langsung terhadap seluruh proses perencanaan pembangunan bagi masyarakat, khususnya di kabupaten Ende.
Ia juga membeberkan proses pendataan tersebut akan dillaksanakan selama dua setengah bulan terhitung dari tanggal 15 Juni 2026 dan berakhir di tanggal 31 Agustus 2026 yang mana pendataan perdana petugas sensus akan mendata di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Ende, Ketua DPRD Ende kemudian petugas akan turun ke pelosok Ende.
“Petugas pendata yang akan mendata informasi penting kami tugaskan mereka agar belajar dengan fokus, kemudian disiplin, dan serius. Kemudian jaga komunikasi yang baik kepada masyarakat. Kami arahkan petugas untuk menjelaskan pentingnya sensus ekonomi, tujuan sensus, perkenalkan diri, lapor ke pemerintah desa, kemudian sampaikan kepada masyarakat, mohon isi data kami dan terakhir, rahasia pasti terjaga”, ungkapnya.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda usai membuka kegiatan pelatihan sensus ekonomi 2026 kepada media menegaskan, sensus ekonomi elememen data yang sangat penting untuk dijadikan rujukan dasar bagi pemerintah dalam melahirkan sebuah kebijakan bagi masyarakat.
Karena itu, Bupati mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk pelakukan usaha agar menyampaikan informasi yang benar dan akurat kepada para petugas sensus.
“Semua masyarakat, khususnya pelaku usaha, bisa memberikan data yang benar dan akurat agar kita bisa dapatkan apa, data ekonomi yang benar untuk rencana pembangunan kita ke depan”, ujar Bupati Badeoda.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










