Bupati Badeoda Harap FREN Tetap Rajut Kerja Sama Ciptakan Generasi Tangguh dan Mandiri

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda bersama keluarga besar Yayasan FREN (Foto:Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Foto bersama Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda bersama keluarga besar Yayasan FREN (Foto:Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savnaparadise.com,- Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda berharap Yayasan FREN tetap rajut kerja sama untuk menciptakan generasi Ende yang tangguh, mandiri, dan berpikir maju serta memiliki semangat juang yang tinggi.

Harapan itu Bupati Badeoda sampaikan saat membuka kegiatan Phase Out Program FREN, di Aula Paroki Onekore, Selasa, (29/7/2025)

Menurutnya, menyiapkan generasi yang siap bersaing diera globalisasi saat ini membutuhkan campur tangan dari berbagai pihak termasuk peran orang tua dan pendidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya campur tangan dari semua pihak, kata Bupati, akan mempermudah kerja-kerja organisasi dalam menyukseskan seluruh program dan misi bersama untuk membangun Kabupaten Ende ke arah yang lebih baik.

Maka dari itu, untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang cakap dan handal, tanggung jawab ini menjadi tugas bersama sehingga Bupati menyarankan agar orang tua dan pendidik harus lebih bekerja ekstra dalam membimbing serta merubah pola pikir anak, dari pola pikir menghabiskan menjadi pola pikir menghasilkan.

“Anak-anak jangan diajarkan berpikir miskin cuma hari ini saja, tetapi berikan dia cara berpikir kedepan lebih maju.” saran Bupati Badeoda.

Baca Juga :  Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

Bupati juga menyoroti soal tindakan kekerasan terhadap anak yang sering terjadi, karena itu, Ia menghimbau agar kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ende tak boleh terjadi lagi sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa ada tekanan dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

“Tidak boleh lagi ada anak Ende yang teraniaya dan tidak sekolah. Peran pemerintah dan steacholder terkait, harus bisa membuka akses seluas-luasnya bagi anak di Kabupaten Ende”, tekan Bupati Badeoda.

“Saya sepakat dengan moto yang dipaparkan ini, perayaan kemandirian merajut perubahan, menyerahkan estafet. Ini bisa terlaksana jika akses dibuka seluas-luasnya bagi anak-anak kita”, ungkap Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya mempersiapkan anak-anak secara baik mulai dari sekarang agar kelak anak-anak ini menjadi generasi penerus yang mandiri, tangguh, dan memiliki semangat juang yang tinggi.

Menurutnya, Diera globalisasi dewasa ini tentunya diutamakan dasar pendidikan anak harus baik dan lebih penting tidak ada lagi kekerasan terhadap anak, yang membuat anak hidup dalam ketakutan.

Bupati Badeoda begitu mengapresiasi program pendampingan anak dari yayasan FREN selama 30 tahun di Kabupaten Ende. Menurut Bupati kegiatan ini membuktikan kerja tulus dari yayasan FREN demin menyiapkan generasi penerus bangsa yang handal serta mandiri.

Baca Juga :  ADD 2025 Dipotong 6 Juta; Kadis PMD Ende Sebut Bukan Dipotong Tapi Disesuaikan dan Uangnya Ada di Kas Negara

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya menyampaikan apresiasi yang tulus, atas kerja keras dalam memberikan pendampingan bagi anak-anak di Kabupaten Ende”, tukas Bupati

Yayasan FREN sendiri telah berkarya di Kabupaten Ende selama 30 tahun. Yayasan ini lebih memfokuskan diri pada pendampingan anak, terutama soal pemenuhan hak anak, perlindungan anak, pemberdayaan hak anak dan orang muda, serta penguatan keluarga  dan kelembagaan.

Tugas mulia ini dijalankan Yayasan FREN dengan tulus demi melahirkan generasi penerus yang memiliki kemampuan mumpuni serta kepribadian yang baik agar berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Terima kasih kepada Pemkab Ende, para orang tua dan semua pemangku kebijakan di Kabupaten Ende, yang sudah mendukung dan menerima kami sebagai mitra kerja dan menjadi keluarga besar masyarakat Kabupaten Ende”, kata Yayasan Ketua FREN, Bona Kowak Kornelis dalam sambutannya.

“Kami akan terus berkarya mendampingi anak-anak menjadi penerus estafet dikemudian hari.”tambahnya.(CR/SP)

Berita Terkait

Jonas Salean tersandung kasus pengalihan aset tanah ,IMM NTT Dukung penuh PN Kupang pegang teguh putusan yang telah inkracht
Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende
Nilai proses Hukum Jonas Salean Cederai Prinsip Keadilan,IMM NTT akan Gelar Unjuk Rasa di Pengadilan & Kejaksaan Tinggi NTT.
Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 
Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 
Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende
UPTD Tekkomdik Luncurkan Peta Pendidikan NTT 2026 untuk Dasar Kebijakan Berbasis Data
Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:01 WIB

Jonas Salean tersandung kasus pengalihan aset tanah ,IMM NTT Dukung penuh PN Kupang pegang teguh putusan yang telah inkracht

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:42 WIB

Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

Senin, 11 Mei 2026 - 20:54 WIB

Nilai proses Hukum Jonas Salean Cederai Prinsip Keadilan,IMM NTT akan Gelar Unjuk Rasa di Pengadilan & Kejaksaan Tinggi NTT.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:28 WIB

Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 

Senin, 11 Mei 2026 - 12:04 WIB

Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

Berita Terbaru