Ratusan Juta Dana Pemberdayaan Dibawa Kabur Bendahara Desa Raedewa Sabu Raijua

- Penulis

Rabu, 2 Februari 2022 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PJ Kepala Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Prisalin Loro (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

PJ Kepala Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Prisalin Loro (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Menia, Savanaparadise.com,- Ratusan juta dana pemberdayaan dibawa kabur bendahara Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Kabar ini diketahui setelah ada sebuah akun Facebook milik Ratu Keliha yang mengunggah status dengan isinya demikian ” Selamat malam sahabat ku Marthen hHia Radja sebgai bendahara desa Raedewa yg kini hilng kontak ke kota Kupang dengan membawa uang desa sebanyak Ratusan juta rupiah dan hal ini di sembunyikan olh ibu Parsalina Loro sebgai PJ Sentra desa Raedewa.oh angin tolong tanyakan hal ini pada karang di sana”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PJ Kepala Desa Raedewa, Prisalin Loro saat diwawancara media ini diruang kerjanya, Rabu (02/02/22) membenarkan hal tersebut.

Menurutnya peristiwa ini bermula ketika dirinya memerintahkan bendahara desa untuk menyetor kembali uang kelompok pemberdayaan masyarakat desa ke rekening Bank karena banyak proposal yang tidak layak atau tidak diakomodir.

Setelah itu, jelas Prisalin, Ia juga memerintahkan bendahara ke dinas karena ada surat tugas yang harus ditanda tangani.

Namun, dirinya tidak pernah menyangka kalau kejadian berakhir demikian. Sebab, setelah itu bendahara tidak kembali lagi ke desa.

Prisalin menuturkan selama ini kita sudah berusaha mencari tahu yang bersangkutan bahkan sudah dua kali layangkan surat panggilan, namun tidak direspon oleh yang bersangkutan.

Baca Juga :  Polres Ende Gelar Open Turnamen Fustal Antar Club

“Barulah sesudahnya kami tahu bahwa yang bersangkutan ada di Kupang. Kami lalu meminta istrinya menelepon dan ia menjawab akan kembali pada Senin (24/01/22)”, terang Prisalin.

Prisalin menambahkan setelah di tunggu pada hari itu seperti yang dijanjikan melalui via telepon, namun sayangnya yang bersangkutan tidak datang. Akhirnya kami melaporkan hal ini ke Pak Camat Sabu Barat dan Dinas PMD.

“Hari Jumat kemarin saya pergi ke rumahnya untuk bicara sama keluarganya. Dan keluarganya meminta saya untuk memberikan kesempatan waktu untuk mereka mencari yang bersangkutan”, katanya Prisalin

“Apalagi tanggal 10 Februari nanti di kantor Desa akan diadakan evaluasi bersama Dinas PMD”, tambahnya.

Prisalin menyebutkan jumlah uang yang di bawa oleh bendahara desa sebesar Rp. 255.000.000. Dirinya berharap agar bendahara desa segera pulang untuk mempertanggungjawabkan hal itu.

Karena, kata dia, kabar terakhir yang kita terima bahwa yang bersangkutan ada di Surabaya dan tinggal di kos saudaranya.

Agar tidak kehilangan kontak, papar Prisalin, dirinya dan sekretaris desa berusaha menghubungi orang yang ada di sana untuk memdapat nomor kontak bendahara ini.

Baca Juga :  Pimpin Apel Harla Pancasila di Ende, Mensos RI: Mari Kita Amalkan Sila Dalam Pancasila Dalam Kehidupan KIta Sehari-Hari

Prisalin juga membantah bahwa kasus tersebut disembunyikan oleh dirinya seperti yang di unggah dalam status facebook milik Ratu Keliha.

“Kami di sini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menacari, memghubungi dan memanggil yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini”, tutur Prisalin.

Terpisah, Sekretaris Desa Raedewa, Antonius Ngala, kepada SP mengatakan kepergian beliau (bendahara Desa) tanpa sepengetahuan kami semua di Desa.

Menurutnya kita sempat layangkan surat panggilan sebanyak 2 kali karena komunikasi dengan yang bersangkutan terputus. Bahkan kemarin kita sempat meminta istrinya untuk berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

Kabar terkahir yang kita terima, kata Sekdes, beliau akan kembali dan siap mempertanggungjawabkan semuanya.

“Kita sayangkan status yang di unggah di FB bahwa PJ Kades menyembunyikan kasus ini. Itu tidak benar sama sekali. Jadi harapan saya, cobalah kita bijak dalam menyampaikan informasi di media sosial supaya tidak timbul persolan yang kita tidak inginkan bersama”, tutupnya .

Untuk Diketahui, hingga berita ini diturunkan SP mencoba mengkonfirmasi Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua terkait persoalan ini namun belum berhasil.

Penulis: Dule Dubu

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Berita Terbaru