Kabandara Haji Aroeboesman Kelukan Soal Ketiadaan Petugas KKP di Bandara

- Penulis

Rabu, 3 November 2021 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Priyantono (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Kepala Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Priyantono (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono kelukan soal ketiadaan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara tersebut.

Keluhan ini disampaikan Indra saat dijumpai savanaparadise.com, di ruang kerjanya, Rabu (3/11/21).

Menurut Indra semenjak dirinya masuk di Ende setahun yang lalu, dirinya sudah mempertanyakan soal ketiadaan petugas KKP dan juga tidak adanya karantina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya agak bingung di tengah pandemi begini tidak ada KKP, padahal leading sektor untuk transportasi di pemeriksaan kesehatan adalah petugas KKP”, jelas Indra.

Indra pun lalu membandingkan antara bandara Frans Seda Maumere dan bandara Aroeboesman Ende dari ketegori penumpang ramai dan yang terpanjang.

“Bandara Frans Seda Maumere memang terpanjang dari Ende, namun untuk kategori bandara yang paling ramai penumpangnya adalah bandara Aroeboesman, tapi mengapa petugas KKP itu hanya ditempatkan di Maumere sedang Ende tidak”, kata Indra.

Indra mengungkapkan dalam kesempatan zoom dengan kepala KKP kelas III Kupang, Putu Alit Sudarma dirinya pernah menyampaikan keluhan ini, soal tidak adanya petugas KKP di Ende.

Baca Juga :  Pakar Hukum Sebut Penggusuran Rumah Janda Oleh Bupati Ende Cacat Hukum

“Pak di Ende penumpang saya kurang lebih 250 Orang perhari, tetapi tidak ada petugas KKP yang memeriksa dokumen kesehatan dibandara Haji Hasan Aroeboesman, ini gimana Pak?”, kata Indra, mengulang kembali kata-kata yang dia sampaikan ke Pak Putu Alit, Kepala KKP Kupang.

Namun, tutur Indra, setelah saya menyampaikan hal itu, Pak Putu Alit sampaikan lagi ke saya bahwa mereka kekurangan tenaga.

Menurut Indra kenapa dirinya menekan harus ada KKP di Ende. Karena, jelas dia KKP mempunyai kompetensi dan kewenangan untuk memeriksa dokumen-dokumen kesehatan penumpang.

“Yang kita lakukan selama ini adalah pemeriksaan surat keterangan sudah di vaksin. Seandainya sudah melqkukan vaksin dosis kedua itu aman, tapi ditemukan vaksin dosis pertama , maka selanjutnya harus disertakan dengan PCR dan Antigen”, jelas Indra.

Sebenarnya, ungkap Indra, mengenai pemeriksaan dokumen tentang PCR dan Antigen adalah petugas KKP karena ini adalah kewenangan mereka.

Kalau misalnya tidak dilakukan di sini, kata Indra, akan diperiksa oleh petugas KKP di Kupang. Sebab pesawat yang tujuan langsung dari Ende, hanya ke Kupang dan Bajo.

Baca Juga :  Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

Tentunya, kata dia, mereka tidak boleh komplain ke Ende, sebab tanggungjawab mereka tidak dilaksanakan.

Indra menjelaskan dengan adanya surat edaran terbaru saat ini, untuk perjalanan penumpang ke Jawa – Bali, kalau sudah memiliki surat keterangan vaksin dosis kedua, maka perjalananannya nyaman. Tapi dalam surat keterangan tersebut baru menerima vaksin dosis pertama, maka penumpang tersebut wajib melakukan PCR berlaku hingga tiga hari.

“Memang untuk Ende prosentase kami hanya di pelabuhan saja sehingga kami juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan disini”, tukasnya.

Untuk diketahui, total penumpang berangkat di akhir bulan Oktober sebanyak 250 penumpang. Sedangkan total penumpang yang berangkat di tanggal 01 November 2021 166 penumpang dengan rincian, Dewasa 159, Anak-anak 1, dan bayi 6 penumpang.

Untuk tanggal 02 November 2021 total penumpang yang berangkat 235 penumpang, dengan rincian, penumpang dewasa 226, Anak-anak 7 penumpang, dan Bayi 2 penumpang.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan
Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende
Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 
Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 
Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende
Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:08 WIB

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:01 WIB

Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:42 WIB

Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

Senin, 11 Mei 2026 - 15:28 WIB

Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 

Berita Terbaru