Direktur LKP Sebut Untuk Jadi Politisi Hebat Butuh Pengalaman

- Penulis

Senin, 18 Oktober 2021 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruteng, Savanaparadise.com,- Direktur Lembaga Konsultan Politik (Politician Academy), Bonggas Adi Chandra menyebutkan untuk jadi politisi hebat tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, punya strata 1 dalam ilmu politik tidak cukup, tapi butuh pengalaman.

Pernyataan ini di lontarkan Direktur LKP, Bonggas pada saat kegiatan diskusi publik tentang politik bersama tokoh muda dan beberapa partai politik di Sky Tercce Ruteng, Minggu (18/10/21).

Lebih lanjut Bonggas mengatakan merupakan sebuah penghargaan bagi dirinya dan teman-teman yang lain ketika bisa berbagi dan diterima secara baik untuk mensharing pengalaman di tempat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya strata satu hubungan internasional. Kemudian setelah lulus, saya jadi dosen di Universitas Katolik Parahyangan. Saya punya 2 dosen hebat dari NTT, yang Pertama Aleksius Jebaru dan Pak Andreas Hugo Parera”, Beber Bonggas.

Bonggas mengaku bahwa dirinya mengabdi dalam dunia politik selama 13 tahun pernah menjadi tenaga ahli DPR RI dan tahun 2009, bergabung di partai Demokrat menjadi salah satu pengurus di pusat.

Selain itu, dirinya juga mengaku pernah mengemban tugas untuk mendampingi para caleg legislatif dan para kepala daerah yang ada diseluruh Indonesia, seperti Gubernur, Wali Kota dan Bupati.

“Gubernur yang pernah saya dampingi salah satunya adalah pak Ade Karwo. Setelahnya, saya kembali mengajar lagi”, ungkap Bonggas.

Baca Juga :  GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

Namun, kata Bonggas, pada tahun 2016, kerena atas dasar pertimbangan pribadi, saya pikir kalau saya mengajar saja tidak cukup, sehingga saya memilih untuk terjun kembali di dunia politik dan ingin membuat perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.

Menurutnya di Indonesia ini banyak orang baik, banyak orang pintar yang ada di luar sana, yang punya kapasitas, namun tidak punya dana.

“Mau jadi arsitek yang hebat untuk bangun jembatan, itu ada sekolahnya. Untuk jadi politisi yang hebat itu tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Punya strata 1 dari politik tidak cukup tapi perlu pengalaman”, tutur Bonggas.

Bonggas juga menyebutkan politisi merupakan profesi yang paling mulia. Karena politisi memiliki kemewahan yang tidak dimiliki oleh profesi lain. Dengan amanah yang dia emban, dia bisa mengubah nasib banyak orang.

“Nah, sekarang masalahnya kenapa belum begitu banyak politisi-politisi hebat ?”, tanya Bonggas kepada puluhan peserta yang hadir.

Menurutnya dari 9 Kabupaten yang melaksanakan Pemilihan di Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak ada petahana yang menang. Kalaupun ada yang menang seperti di Sabu Raijua, jelas dia, itu karena 2 putaran. Pada hal baik petahana legislatif maupun eksekutif, mereka memiliki dana, program dan Jaringan, tapi kenapa mereka kalah?

Baca Juga :  KPU Ende Gelar Safari Demokrasi Partisipasi di Bulan Ramadhan

Ia menjelaskan ada beberapa point mengapa petahana kalah, yang pertama mereka tidak bisa menempati janji- janji mereka pada saat kampanye. Kedua, mereka tidak pandai mengkomunikasikan keberhasilan atau program- program mereka. Ketiga, mereka tidak punya perestasi-prestasi yang perlu dibanggakan. Dan keempat, masyarakat Nusa Tenggara Timur sudah cerdas.

Kordinator Lembaga Konsultan Politik (Politician Academy) Kabupaten Manggarai, Benediktus Papur menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran beberapa Ketua partai Politik.

Menurutnya ada beberapa hal yang membuat ketua partai politik berhalangan hadir dikarenakan ada kegiatan di Labuan Bajo.

Dikesempatan yang sama, Mantovany Tapung selaku moderator untuk memandu jalannya diskusi menyampaikan forum diskusi publik ini merupakan sebuah komunitas belajar, untuk sama-sama kita belajar tentang politik dari orang-orang yang berkompeten atau profesional.

“Semoga forum diskusi ini mampu menciptakan kondisifitas perpolitikan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat”, kata Tapung.

Sementara itu, Silvester Baeng saat sesi diskusi menyampaikan terima kasih kepada lembaga Politician Academy karena sudah datang ke Manggarai.

Ia mengaku kuatnya arus money politik menerpah di Kabupaten Manggarai sehingga menampar wajah demokrasi yang sedang kita anut.

“Saya mengingatkan, jadiah politisi yang bermartabat, tidak boleh ambisi dan sombong karena ambisi dan sombong awal kehancuran”, tegasnya.

Penulis: Beny Tengka

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
Gubernur NTT Desak Penindakan Admin Tiktok Lika Liku NTT, Dinilai Resahkan Publik
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Kamis, 2 April 2026 - 12:33 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 09:31 WIB

Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

Berita Terbaru