Penyekatan Hari Kedua, Dapat Protes Warga, Positif Covid-19 Bertambah Usai Swab Ditempat, Dandim 1602 dan Kapolres Ende Pantau Langsung di Lokasi

- Penulis

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,– Setelah ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten, yang masuk PPKM Level 4, Kabupaten Ende gencar melakukan penyekatan di sejumlah titik keluar masuk Kota Ende dan jalan protokol.

Pelaksanaan penyekatan di hari kedua ini, terjadi di empat titik, Jumat (13/8/21). Seperti di pantau oleh media Savanaparadise.com di salah satu titik, Jalan Sukarno, setiap warga yang melanggar protokol kesehatan dan aturan berlalu lintas akan dilakukan penindakan oleh petugas dengan melakukan swab di tempat.

Salah seorang warga, Maksimilianus Laju melakukan protes saat petugas melakukan penindakan terhadap istrinya karena tidak menggunakan helm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada wartawan, Maksimilianus mengatakan sebagai warga kita sangat mendukung langkah-langkah yang diambil Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun, lanjut dia penyekatan ini sangat mengganggu akfitas dan menimbulkan antrian.

Maksimilianus mengusulkan agar swab antigen bisa dilakukan di RT/RW, Kelurahan ataupun Desa.

“Kalau bisa, yang di swab jangan hanya bagi mereka yang melanggar Prokes ataupun aturan berlalu lintas, semuanya harus di swab, apabila kita betul-betul ingin mencegah penyebaran Covid-19”, usulnya.

Kegiatan penyekatan hari kedua, di pantau langsung oleh Kapolres Ende dan Dandim 1602/Ende.

Baca Juga :  ADD 2025 Dipotong 6 Juta; Kadis PMD Ende Sebut Bukan Dipotong Tapi Disesuaikan dan Uangnya Ada di Kas Negara

Saat memantau dilokasi Jalan Sukarno, Kapolres Ende, Albertus Andreana ketika dimintai tanggapan atas protes dan usulan warga, kepada Savaparadise.com mengatakan, kita tidak pernah menghambat aktifitas ekonomi masyarakat. Itu tidak benar. Yang kita lakukan adalah menjaga keselamatan masyarakat.

“Yang kita lakukan ini adalah random atau dilakukan secara acak. Kalau semua kita lakukan swab tenaga kesehatan kita terbatas, perlengkapan kita masih didatangkan, didatangkan, jadi begitu banyak masalah teknisnya”, jelas Albertus menanggapi usulan warga.

Dengan segala keterbatasan itu, jelas Albertus kita lebih cendrung melakukan rapid bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran.

“Misalnya, dua orang datang, satu pakai masker, satunya tidak, yang jelas, yang di rapid adalah yang tidak memggunakan masker”, jelas Kapolres Albertus.

Kapolres menambahkan pada intinya, kita mendisiplinkan masyarakat, baik protokol kesehatan ataupun keselamatan berlalu lintas.

“Semuanya kita lakukan sekalian”, tegasnya.

Sedangkan penyekatan di hari kedua ini, kata Kapolres Albertus, dilakukan di 4 titik. “sama persis seperti di tiga titik kemarin, cuman penambahan satu titik, yaitu di sini.

Dikesempatan yang sama, Dandim 1602/ Ende, Nelson Paido Marpaung menjelaskan bahwa pengambilan swab bukan hanya dilakukan di sisni saja, tapi akan dilakukan di masing-masing Kecamatan.

Baca Juga :  Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende

“Kita akan lakukan tracing dan testing di 21 Kecamatan”, tegas Dandim.

Jikalau dalam data, kita temukan disini ada yang positif Covid-19, tegas Dandim nanti kita akan lebarkan dan besok kita akan lakukan tracing dan testing kepada sanak keluarga ataupun yang kontak erat dengan yang bersangkutan sesuai alamat yang terdata.

“Jadi tidak hanya di sini, saja, nanti semuanya akan kita lakukan”, tegas Dandim

“Harapan kami, pengennya ketika di undang dan mau datang, tapi fakta dilapangan tidak ada yang datang, alasannya takut. Karena sekali lagi, mereka beranggapan bahwa Covid itu aib dan memalukan, padahal anggapan itu keliru dan tidak benar”, ungkapnya.

Di informasikan, pada saat dilakukan penyekatan hari pertama, untuk di dua titik, yaitu di Polsek Wolowona dan di pasar Wolowona, dari 198 Orang yang di swab, hasilnya 7 Orang positif Covid-19, dan yang lainnya hasilnya negatif.

Sedangkan dari 7 Orang yang terpapar, salah satunya adalah Ibu menyusui, dari Kecamatan Wolojita.

Untuk penyekatan di hari kedua, data sementara, terkhusus di Jalan Sukarno, 3 Orang yang terkonfirmasi positif.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Sebanyak 587 Lansia Jalani Operasi Katarak di Ende, Gubernur Melki Minta Doa Restu Dari Para Lansia Agar Sukses Bangun NTT
Bupati Badeoda Anggap Kritik dan Masukan Dari Masyarakat Adalah Dinamika Dalam Bernegara
Pimpin Apel Harla Pancasila di Ende, Mensos RI: Mari Kita Amalkan Sila Dalam Pancasila Dalam Kehidupan KIta Sehari-Hari
PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan
Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende
Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Sebanyak 587 Lansia Jalani Operasi Katarak di Ende, Gubernur Melki Minta Doa Restu Dari Para Lansia Agar Sukses Bangun NTT

Senin, 1 Juni 2026 - 14:33 WIB

Pimpin Apel Harla Pancasila di Ende, Mensos RI: Mari Kita Amalkan Sila Dalam Pancasila Dalam Kehidupan KIta Sehari-Hari

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:08 WIB

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:01 WIB

Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Berita Terbaru