Cicit HOS Tjokroaminoto Keberataan Eyang Buyutnya Jadi Ikon Partai

- Penulis

Minggu, 14 Maret 2021 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Savanaparadise.com,- Cicit H. O. S Tjokroaminoto, Aulia Tahkim Tjokroaminoto yang juga merupakan salah seorang Wakil Ketua Ormas Syarikat Islam menyampaikan keberataannya jika sosok eyang buyutnya dijadikan ikon partai politik.

Menurutnya, Tjokroaminoto adalah milik semua golongan, milik bangsa Indonesia bukan milik kelompok tertentu ataupun partai tertentu.

Sebelumnya, Cicit Tjokroaminoto ini yang akrab disapa Wily memberikan apresiasi atas niat baik dan inisiatif Agus Jabo Priyono selaku Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (DPP PRIMA) dan partainya untuk menjadikan gagasan H.O.S Tjokroaminoto sebagai inspirasi gerakan politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Willy pun meminta Agus Jabo dan PRIMA tidak menjadikan sosok HOS Tjokroaminoto sebagai ikon partainya.

Menanggapi keberatan keturunan H.O.S Tjokroaminoto, Agus Jabo Priyono memberi keterangan kepada sejumlah media pada Minggu, 14/3. Dalam keterangannya ia menyatakan menghormati permintaan tersebut. Namun menurut Jabo terdapat kesalahpahaman terhadap niat dirinya dan PRIMA.

Bahkan Jabo juga menyatakan, dirinya dan PRIMA sama sekali tidak hendak mengklaim sosok H.O.S Tjokroaminoto sebagai milik kelompoknya.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Justru, menurutnya PRIMA ingin mengangkat kembali, memperkenalkan kembali gagasan H.O.S Tjokroaminoto agar bisa menjadi gagasan bersama bangsa Indonesia, gagasan yang mempersatukan unsur-unsur progresif dalam memperjuangkan Indonesia adil makmur.

Jabo menceritakan, PRD sebagai inisiator PRIMA dalam dekade terakhir berupaya menggali pemikiran para tokoh bangsa.

“Kami belajar bagaimana tokoh-tokoh bangsa kita dahulu, para perintis kebangkitan nasional, tidak menelan bulat-bulat filsafat progresif dan teori perjuangan dari bangsa-bangsa Barat, tetapi berupaya membangun sintesis, mendudukkan filsafat dan teori-teori perjuangan itu ke dalam konteks masyarakat Indonesia,” kata Jabo.

Selain itu, Jabo mengatakan kami belajar dari Sukarno, Tan Malaka, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Johanes Leimena, Amir Syarifuddin, dan tentu saja H.O.S Tjokoraminoto dan para tokoh bangsa lainnya.

Dari pemikiran mereka, tambahnya kami sadar bahwa sosialisme, bahwa corak kehidupan ekonomi, politik, dan sosial budaya berbasis gotong royong itu adalah sejatinya jiwa orang Indonesia yang relijius. Jadi gagasan itu bukanlah barang asing.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Ia menjelaskan maksud dirinya dan PRIMA mengangkat kembali gagasan-gagasan H.O.S Tjokroaminoto dan para tokoh bangsa lain memiliki dua tujuan.

Pertama, untuk mengingatkan bangsa Indonesia bahwa sejatinya jiwa bangsa kita bukanlah liberal kapitalistik.

Tujuan yang kedua adalah mengajak insan politik Indonesia untuk kembali mengedepankan politik gagasan.

Menurut Jabo, salah satu sebab politik Indonesia kian transaksional dan bersandar kepada pembiayaan oleh para oligark adalah karena para politisi sudah meninggalkan pentingnya gagasan-gagasan besar sebagai landasan berpolitik.

Di akhir keterangannya, Jabo menegaskan dan memberi jaminan bahwa PRIMA tidak akan mengklaim sosok HOS Tjokroaminoto sebagai milik kelompoknya. PRIMA akan menyebarluaskan gagasan dan keteladanan perjuangan Tjokroaminoto, Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka, dan tokoh bangsa lainnya agar menjadi kesadaran dan sumber keteladanan bersama kekuatan-kekuatan politik di Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. (*/SP)

Berita Terkait

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Bali Bangkit dari Banjir: Lintas Iman dan Lintas Daerah Satukan Hati Bersihkan Puing dan Memulihkan Harapan
DPP Partai Amanat Nasional ( PAN ) Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi PAN DPR RI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:15 WIB

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Berita Terbaru