NI dan Save the Children Gelar Pelatihan Penanggulangan Anemia Bagi Remaja Putri di TTU

- Penulis

Rabu, 3 Maret 2021 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nutrition International (NI) dan Save the Children menggelar pelatihan bagi petugas Puskesmas dan sekolah tentang penanggulangan anemia bagi remaja putri. pelatihan itu bekerja sama dengan bekerja sama dengan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera/Dok Anjar

Nutrition International (NI) dan Save the Children menggelar pelatihan bagi petugas Puskesmas dan sekolah tentang penanggulangan anemia bagi remaja putri. pelatihan itu bekerja sama dengan bekerja sama dengan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera/Dok Anjar

 

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Nutrition International (NI) dan Save the Children menggelar pelatihan bagi petugas Puskesmas dan sekolah tentang penanggulangan anemia bagi remaja putri. pelatihan itu bekerja sama dengan bekerja sama dengan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga Foundation), melalui Program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) yang didanai oleh Pemerintah Kanada, Pemerintah Australia melalui DFAT, Asia Philanthropy Circle, dan the Power of Nutrition. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 3 – 4 Maret 2021 bertempat di Hotel Victory 2, Kefamenanu, Timor Tengah Utara(TTU)

Kegiatan ini bertujuan untuk penguatan kapasitas pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, berkoordinasi, mengimplementasikan dan memonitor program Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) remaja putri. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 33 orang, terdiri dari 11 orang Pengelola Gizi Puskesmas, 20 orang Guru UKS SMA/SMK/Sederajat dan 1 orang TP UKS Kabupaten dan 1 orang pengelola UKS Kabupaten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputy of Chief Party Project BISA, Donatus Klaudius Marut, menyampaikan bahwa Program BISA ini dirancang bersama antara Nutrition International, Save The Children, Beppenas, dan Kementerian Kesehatan untuk mendukung program nasional penurunan stunting. Ada pun fokus dari Program BISA ini adalah penguatan sisi pelayanan kesehatan dan gizi, dan pemberdayaan masyarakat dengan mempromosikan perubahan perilaku berkaitan dengan asupan gizi dan higienitas.

Dia menjelaskan Kegiatan Pelatihan ini diharapkan akan memberi pengetahuan dan ketrampilan bagi para peserta agar bisa menjalankan tugas menanggulangi anemia pada remaja putri di tempat kerjanya masing-masing.

Baca Juga :  ADD 2025 Dipotong 6 Juta; Kadis PMD Ende Sebut Bukan Dipotong Tapi Disesuaikan dan Uangnya Ada di Kas Negara

“Berdasarkan hasil baseline survey Program BISA pada bulan Februari – Maret 2020, teridentifikasi bahwa prevalensi Anemia pada Remaja Putri di TTU 76.1% (gabungan anemia ringan, sedang, berat). Artinya hampir 4 dari 5 remaja putri di TTU mengalami anemia,” jelasnya.

Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah adalah penanggulangan anemia pada remaja putri. Anemia merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, letih dan lesu sehingga akan berdampak pada kreativitas, konsentrasi belajar dan produktivitasnya. Tak hanya itu, anemia pada remaja putri juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit pada saat dewasa.

” Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi, termasuk di Kabupaten TTU dimana program BISA bekerja. Hal tersebut dipengaruhi berbagai factor antara lain kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTU Drs. Juandi David, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten TTU, Joseph Kuabib mengatakan pentingnya dimensi kesehatan pembangunan di Kabupaten TTU. Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari program pembangunan secara keseluruhan, yang mendapat penekanan khusus dalam visi misi yang selalu kami kampanyekan selama ini. ia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan menjadi agenda prioritas karena kesehatan merupakan layanan dasar dan hak rakyat. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat tergantung pada peran aktif masyarakat untuk menyadari akan pentingnya pola hidup bersih dan gizi yang berimbang.

Baca Juga :  Pendapatan 4 Unit Videotron di Ende Baru Capai 3 Juta Lebih

Ia menjelaskan lebih lanjut, masalah utama anemia pada remaja putri dan ibu hamil bukan terletak pada makanan yang kita miliki tetapi pada perilaku dan cara pengolahan makanan. Maka, langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah adalah memberikan penyadaran dan kampanye perubahan perilaku dengan membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah.

” Pembangunan kesadaran masyarakat secara kritis merupakan kunci dari perubahan perilaku dan karena itu para petugas kesehatan harus memahami bahwa pemberdayaan masyarakat bermuara pada kemandirian dan peningkatan kesadaran masyarakat. Maka untuk mengatasi anemia, tidak cukup memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) melainkan perlu diajarkan terkait dengan pola perilaku hidup sehat dan bersih,” paparnya.

Ia berharap semua stakeholder menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama untuk mendorong perubahan pola hidup sehat pada remaja putri. Jika pola hidup sehat sudah terbangun maka masalah gizi dan anemia bisa teratasi.

Untuk Diketahui, bertindak sebagai Fasilitator/Trainer adalah staff dari bidang Pelayanan Kesehatan,seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Staf Dinas Pendidikan Provinsi NTT yang terdiri dari Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB, MKKS SMA dan MKKS SMK.Para fasilitator ini telah mengikuti kegiatan TOT tingkat provinsi pada Januari 2021. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.(*/SP)

Berita Terkait

PERMASA Kupang Lantik 43 Anggota Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Persoalan di Kabupaten Sabu Raijua 
Produk OSOP SMKN 3 Kupang Dapat Apresiasi & Testimoni Positif Dari Sejumlah OPD Dikantor Gubernur NTT 
Gubernur NTT Dihujat Netizen Kurang Santun ,GMNI Kupang Ajak Bijak Bermedsos & Tidak Nilai Sepihak 
PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi
Kampanye Mutu,TK EDUARD MICHELIS-NASIPANAF Showan Ke Masyarakat, Fransiska Nau ajak Anak Masuk TK EDUARD MICHELIS
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
Logosi Institute & PT Filosi Selenggarakan  Filosi Competition Robotic Expo 2026, Kadis P&  K NTT Beri Apresiasi : Ini Langkah Strategis Dongkrak Kualitas SDM Dibidang Teknologi 
Jaga Netralitas Hakim, Komisi Yudisial NTT Pantau Persidangan Kasus Penyerobotan Tanah di Kelurahan Maulafa 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:55 WIB

PERMASA Kupang Lantik 43 Anggota Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Persoalan di Kabupaten Sabu Raijua 

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:32 WIB

Produk OSOP SMKN 3 Kupang Dapat Apresiasi & Testimoni Positif Dari Sejumlah OPD Dikantor Gubernur NTT 

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Gubernur NTT Dihujat Netizen Kurang Santun ,GMNI Kupang Ajak Bijak Bermedsos & Tidak Nilai Sepihak 

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:08 WIB

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:23 WIB

Kampanye Mutu,TK EDUARD MICHELIS-NASIPANAF Showan Ke Masyarakat, Fransiska Nau ajak Anak Masuk TK EDUARD MICHELIS

Berita Terbaru