Kejati NTT Batal Periksa Mantan Bupati Mabar, Ada Apa?

- Penulis

Kamis, 18 Februari 2021 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT batal periksa Mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula sebagai saksi oleh tim penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus). Tersangka Agustinus CH Dula akan diperiksa Tipidsus sebagai saksi dalam kasus saksi palsu tersangka HF dan ZD yang ditangkap di kediaman, Ali Antonius kuasa hukum dari Agustinus CH. Dula.

Sebelumnya, HF dan ZD telah ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka saksi palsu dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp1, 3 triliun.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Kasi Penkum Kejati Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim kepada wartawan, Kamis, (18/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penjelasan Abdul Hakim, Kejati NTT  batalkan periksa mantan Bupati Mabar dikarenakan setelah menjalani rapid antigen hasilnya positif covid-19.

Baca Juga :  Breaking News, Kejari Ende Geledah Dokumen di Kantor Dinas P dan K

“Iya positif rapid antigen, sementara tunggu hasil akhir Swab PCR,” Jelas Abdul.

Abdul mengatakan kabar yang kita terima, Agustinus Ch Dula saat ini sudah melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil Swab PCR.

“Kita masih menunggu hasil PCR keluar, sesudahnya baru penyidik lanjutkan pemeriksaan,” jelasnya Abdul.

Pernah dikabarkan juga, Tipidsus bakal kembali periksa mantan Bupati Mabar, sebagai saksi dan sesuai jadwal panggilan yang dikeluarkan oleh tim Tipidsus Kejaksaan Tinggi, beliau akan diperiksa hari ini, Kamis (18/2).

Mantan Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula bakal diperikasa Kejati NTT sebagai saksi dalam kasus saksi palsu untuk tersangka HF dan ZD yang ditangkap di kediaman, Ali Antonius kuasa hukum dari Agustinus CH. Dula.

Baca Juga :  Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim.

“Iya benar. Besok akan bakal dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka Agustinus CH. Dula sebagai saksi untuk tersangka HF dan ZD  dalam kasus saksi palsu dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp1,3 triliun,” katanya pada Rabu (17/2).

Selain Agustinus CH. Dula, jelasnya lebih lanjut,  tim penyidik Tipidsus juga turut memanggil Ali Antonius, untuk diperiksa sebagai saksi.

“Sesuai surat panggilan yang dikeluarkan oleh penyidik Kejati Nusa Tenggara Timur, Ali Antonius juga akan diperiksa pada Kamis besok dalam kasus yang sama,” Terangnya.(SP)

Berita Terkait

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa
Usai Geledah Kantor Dinas PK Ende, Jaksa Periksa Saksi-Saksi dan Dokumen Elektronik
Kader Partai Diduga Dipukul Ketua DPRD: Begini Respons DPC Hanura Ende
Diduga Pukul Anggota Dewan Dari Fraksi Hanura; Ketua DPRD Ende Dipoliskan
Jaksa Geledah Dokumen di Kantor PK Ende; Bupati: Kalau Ada Hambatan Begini Kita Harus Bersihkan Dulu
Breaking News, Kejari Ende Geledah Dokumen di Kantor Dinas P dan K
Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:05 WIB

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Kamis, 3 September 2026 - 19:21 WIB

Usai Geledah Kantor Dinas PK Ende, Jaksa Periksa Saksi-Saksi dan Dokumen Elektronik

Kamis, 3 September 2026 - 09:38 WIB

Kader Partai Diduga Dipukul Ketua DPRD: Begini Respons DPC Hanura Ende

Kamis, 3 September 2026 - 09:27 WIB

Diduga Pukul Anggota Dewan Dari Fraksi Hanura; Ketua DPRD Ende Dipoliskan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Jaksa Geledah Dokumen di Kantor PK Ende; Bupati: Kalau Ada Hambatan Begini Kita Harus Bersihkan Dulu

Berita Terbaru