Bupati Ende : Warga Yang Tidak Punya KTP Bisa Dapat Bansos

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2020 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ende, Savanaparadise.com,- Bupati Ende, Djafar Ahmad mengatakan penerima Bantuan Sosial (Bansos) di kabupaten Ende ada 10 ribu kepala Keluarga. Jumlah itu kata dia sudah terkoneksi dengan pemerintah pusat. Ia mengatakan kemungkinan data penerima Bansos bisa lebih dari 10 ribu KK.

Ahmad mengatakan hal itu pada pertemuan terbatas yang diselanggarakan di ruangan lantai 2 Kantor Bupati Ende, pada Selasa, 19/5/2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Bupati selaku ketua tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Ende mengatakan penerima Bansos juga bisa didapat oleh warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

” Saya sudah mengingatkan para Kepala Desa agar KK yang tidak punya KTP pun harus mendapatkan bantuan”, kata Ahmad.

Meski demikian Ia menyarankan kepada para Kepala Desa untuk lebih selektif dalam pendataan KK penerimah. Ia menjelaskan misalnya pegawai Negeri, tentara, polisi, ataupun yang sudah mendapatkan jenis bantuan lain tidak boleh di data kembali, sehingga tidak ada pendobelan.

Menurutnya hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi protes dari warga seperti yang terjadi beberapa pekan lalu. Untuk itu kata dia sangat dibutuhkan data valid.

Ahmad juga mengingatkan agar para Kepala Desa harus hati-hati dalam memberikan bantuan karena Pemerintah Kabupaten sudah melakukan MOU dengan pihak Kejaksaan dalam mengawasi penyaluran dana bantuan.

Baca Juga :  BGN Ende Minta SPPG Perhatikan Kualitas Bahan Baku dan Mutu Pengelolaan MBG

Saat diminta keterangan mengenai upaya Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ende dalam perketat penjagaan diperbatasan dan kesedian tempat untuk isolasi pasien yang terpapar.

Ahmad menjelaska untuk wilayah perbatasan soal logistik dan ekonomis tetap jalan dan kita perhatikan. Sedangkan untuk tempat isolasi bagi pasien yang terpapar, saat ini di RSUD Ende ada 7 ruang yang bisa menampung 14 Orang pasien positif Corona.

Labih lanjut kata Ahmad apabila pasien makin bertambah dan ruang isolasi di RSUD tidak bisa menampung, kita sudah siapkan alternatif lain untuk dijadikan tempat isolasi yaitu rumah sakit pratama.

Menurut Ahmad Tim gugus sudah bekerja secara maksimal terkait penerapan social distancing dan physical distancing dan kita akan kembali melibatkan dan mengingatkan RT/RW dan Lurah harus Kontrol warganya agar mentaati anjuran pemerintah dan protokol kesehatan.

“Kita akan melibatkan dan mengingat kembali para RT/RW dan Lurah untuk bekerjasama dalam mengontrol warganya agar mentaati anjuran pemerintah dan portokol kesehatan”, jelasnya.

Dalam pertemuan terbatas, juru bicara tim gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 juga mengatakan bahwa, berdasarkan 16 sampel yang dikirim pada 14 Mei kemarin dan hasilnya Ende 3 orang yang terkonfirmasi positif corona.

Ia mengatakan untuk saat ini data yang baru kita terima, ada dua kasus untuk Kabupaten Ende yang terkonfirmasi positif corona.

Sehingga untuk sementara kata Muna, untuk Kabupaten Ende hingga saat ini sudah 6 orang pasien yang terkonfirmasi positif corona dan saat ini, 4 orang sedang berada diruang isolasi RSUD Ende, dan 2 lagi akan segera dilakukan evakuasi ke ruang isolasi di RSUD Ende.

Baca Juga :  Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan

“Kita sudah 6 orang yang terkonfirmasi postif corona, 4 orang sedang dirawat diruang isolasi RSUD Ende, dan 2 lagi akan segera dilakukan evakuasi”, Ujarnya.

Muna juga menjelaskan, 4 pasien yang terkonfirmasi positif berasal dari Kecamatan Nangapanda, klaster gowa, sedangkan dua lainnya dari klaster magetan.

Untuk 2 orang dari klaster magetan, Muna menambahkan 1 satunya berasal dari kecamatan Ende Selatan dan satunya lagi berasal dari Kecamatan Ende Timur.

Dalam kesempatan tersebut dr Muna Fatma mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa Ende sudah termasuk daerah zona merah artinya daerah yang terpapar Covid-19.

Ia menegaskan bahwa tenaga medis merupakan garda terakhir dan garda terdepan adalah masyarakat sendiri.

Muna juga menyarankan, agar masyarakat betul-betul harus mampu mematuhi protokol kesehatan, kalau masyarakat tidak mematuhinya maka kami yang menjadi garda terakhir yang menanganinya.

“Tenaga medis itu garda terakhir dan garda terdepan adalah masyarakat, apabila masyarakat tidak portokol kesehatan, maka garda terakhir akan menanganinya”, Ungkapnya.

Muna mengingatkan agar masyarakat tetap tinggal di rumah, kalau memang terdesak dan keluar dari rumah, gunakan masker, jauhi kerumunan orang banyak, dan selalu cuci tangan.(Chen02)

Berita Terkait

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende
GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila
Rayakan HUT ke-72, GMNI Sedaratan Flores Gelar Napak Tilas Bung Karno di Ende
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Rabu, 1 April 2026 - 09:31 WIB

Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:24 WIB

GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:31 WIB

Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan

Berita Terbaru