Meski Jadi Bupati, Ray Fernandez Tetap Diberi Uang Saku Oleh Ibunya

- Penulis

Rabu, 28 November 2018 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raymundus Sau Fernandez, Bupati TTU

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandez mengaku hingga saat ini masih mendapat jatah uang saku dari ibunya Margaretha Manhittu. Kebiasaan itu Raymundus sudah berlangsung sejak dia menjadi Wakil Ketua DPRD TTU, Wakil Bupati TTU hingga menjadi Bupati periode kedua.

” Mama saya hingga saat ini masih terus memberi saya uang. Kebiasaan sudah berlangsung lama sejak masih kecil hingga masuk dunia politik,” Kata Raymundus kepada SP dalam sebuah diskusi dikediaman pribadinya, Senin,26/11/18.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Raymundus sempat menolak pemberian uang saku oleh ibunya. Namun dirinya tak kuasa menolak sebab ibunya beralasan uang saku tersebut adalah hak nya sebagai anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” saya sempat menolak uang pemberian dari mama tapi mama tetap kasih ke saya. Mama bilang itu hak kamu sebagai anak. Yah, sebagai anak saya menerima itu walaupun saya sudah jabaran dan penghasilan,” kata Alumni GMNI Kupang ini.

Raymundus mengatakan setiap upulang berjualan hasil bumi di pasar ibunya salain menyisihkan uang saku bagi dirinya dan saudara kandungnya. Selain hasil bumi, Raymundus mengatakan ibu juga memelihara ternak. Dari hasil jual ternak dia dan saudara-saudaranya juga mendapat tambahan uang saku.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Anak sulung dari keempat bersaudara itu juga menambahkan, dirinya pernah melarang ayah dan ibunya untuk bekerja karena sudah memasuki usia tua. Usia dari Ibu Margaretha Manhitu saat ini 78 Tahun sedangkan ayahnya Yakobus Manuel Fernandes memasuki usai 84 tahun.(SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB