Senator Medah Gandeng CIS Timor Gelar RDP

- Penulis

Senin, 12 Februari 2018 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Olemasi, Savanaparadise.com,- nggota Komite II DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Ibrahim Agustinus Medah menggandeng Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) Perkumpulan CIS Timor menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berkaita dengan Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan di NTT. Acara yang dihelat pada Kamis, (8/2/2018) di Aula Alfa Oemaga Desa Mata Air, Kabupaten Kupang itu melibatkan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Kupang dengan pembicara selain Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah, juga tampil berbicara Ketua Umum CIS Timor Haris A. Ch. Oematan.

Ibrahim Agustinus Medah mengatakn, pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. “Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Medah, pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Baca Juga :  Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

“Pembangunan yang dilakukan dengan tidak menurunkan kapasitas generasi yang akan datang, meskipun terdapat penyusutan cadangan suberdaya alam dan memburuknya lingkungan, tetapi keadaan tersebut dapat digantikan oleh sumberdaya lain baik sumberdaya manusia maupun oleh sumberdaya kapital,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Medah, untuk menjamin adanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, harus dicari titik keseimbangan antara kebijakan pembangunan dan kebijakan lingkungan, sehingga akan tercapai kebijakan pembangunan ekonomi yang benar-benar menjamin peningkatan kesejahteraan manusia dalam jangka panjang.

Elfrid, salah satu peserta dari CIS Timor mengatakan, untuk memajukan ekonomi msyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Kupang dan bahkan NTT secara keseluruhan maka sektor pertanian harus menjadi yang utama. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi masyarakat NTT dan Kabupaten Kupang dalam mengembangkan sektor pertanian.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

“Masyarakat petani membutuhkan pembangunan embung dan sumur bor untuk untuk kebutuhan pertanian, ternak dan konsumsi manusia,” katanya.

Dalam sesi dialog, Ketua Umum CIS Timor Haris A. Ch. Oematan mengatakan, peralatan pertanian yang masih minim juga menjadi kendala utama masyarakat mengalami kesulitan dalam mengembangkan ekonomi khususnya di sektor pertanian.

“Kami dalam melakukan pendampingan terhadap masyarakat petani di desa-desa, banyak keluahan yang disampaikan oleh petani yang mengabitkan p[ara petani sulit berproduksi, sehingga kami bersama masyarakat petani mengaharpkan dukungan Senator Ibrahim Medah agar memperjuangkan keluahan kami ini di tingkat pusat,” ujar Haris.

Atas berbagai keluhan itu, Senator Ibrahim Agustinus Medah berjanji memperjuangkannya di tingkat pusat dan mengawal hingga tuntas semua aspirasi tersebut hingga terwujud.***

Ket Foto: Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah ketika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama LSM CIS Timor dan masyarakat Kabupaten Kupang di Aula Alfa Omega, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Rabu (8/2/2018)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru