Guru-Guru Kota Kupang Keluhkan Uang Makan Yang Tidak Dibayarkan

- Penulis

Jumat, 13 Oktober 2017 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Petrus Blegur ketika bertemu anggota DPRD NTT

Kupang, Savanaparadise.com,-  Ikatan Guru-Guru SMA/SMK se Kota Kupang mengeluhkan hak uang makan makan yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT. juru bicara Ikatan Guru-Guru SMA/SMK se Kota Kupang, Petrus Blegur menyampaikan hal itu kepada anggota DPRD NTT, Jumad, 13/10.

Blegur yang merupakan Guru SMKN 2 Kota Kupang ini mengatakan hak uang makan sudah dibayarkan selama 10 bulan. tunjangan uang makan itu kata bervariasi berdasarkan golongan.

Baca Juga :  Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

” bahkan sudah ada penambahan tunjangan uang makan sebanyak 5000 per hari. hak-hak kami ini dikemanakan,” kata Blegur dihadapan anggota DRPD NTT, Kardinad Kalelena.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Blegur mengatakan keterlambatan itu baru terjadi setelah ada pengalihan guru-guru dari kabupaten/kota ke Provinsi.

” kami sudah ketemu kepala dinas pendidikan untuk mengeluhkan hak-hak kami. tapi dari dinas mengatakan belum disertakan dalam pengalihan. makanya kami datang ke DPRD NTT,” kata Blegur.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Blegur mempertanyakan ke DPRD NTT, uang tunjangan guru-guru dikemanakan. keterlambatan pembayaran tersebut kata Blegur menimbulkan keresahan dikalangan guru-guru.

Kardinad Kalelena pada kesempatan itu meminta guru-guru untuk membuat  kronologis agar bisa diagendakan untuk pertemuan dengan dinas pendidikan. (SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru