Jonas Tepis Isu Bagi Jabatan dan Proyek Untuk Keluarga

- Penulis

Minggu, 14 Agustus 2016 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jonas Salean ketika menghadiri Rakercabsus PDIP Kota Kupang
Jonas Salean ketika menghadiri Rakercabsus PDIP Kota Kupang

Kupang, Savanaparadise.com,- Suksesi Pilkada Kota Kupang diwarnai dengan berbagai Isu yang tidak kontraproduktif. Banyak isu isu yang beredar dijejaring social media Facebook menyebutkan Walikota Kupang, Jonas Salean dalam masa jabatannya memprioritaskan keluarganya untuk kerja proyek dan bagi- bagi jabatan.

Jonas Salean membantah isu tersebut ketika menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDIP Kota Kupang. Rakercabsus ini berlangsung dihotel Sotis, Kota Kupang, Minggu, 14/8. Jonas menghadiri Rakercabsus ini sebagai Calon Walikota Kupang yang diusung oleh PDIP.

Dikatakannya isu tersebut dikembangkan oleh lawan politikny karena ketiadaan isu untuk menjegal dirinya dalam pilkada kota. Menurutnya lawan politiknya sudah tidak mempunyai isu lagi untuk menghantam dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” jabatan dari eselon V hingga II di kota Kupang ada 1300 lebih jabatan.dari eselon V hingga eselon II ada 24 jabatan yang mempunyai pertalian keluarga dengan saya. eselon II hanya ada tiga orang saja itupun juga karena mereka pantas dan mereka sudah bekerja dari dulu disitu,” kata Jonas Dihadapan ratusan kader dan pengurus PDIP kota Kupang.

Baca Juga :  Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Menurutnya keluarga yang mendapat jabatan itu sudah bekerja lama di Pemkot Kupang. Dia mengatakan keluarganya tersebut tidak serta merta menjadi pejabat ketika Dia menjabat sebagai Walikota Kupang.

” saya tidak memindahkan mereka dari kabupaten kupang lalu memberinya jabatan. Mereka sudah belasan tahun meniti karier sebelum saya menjadi Walikota. Lagian di Kota Kupang kita terhubung kawin mawin,” jelasnya.

Hal tersebut katanya tidak serta merta ketika dia menjabat sebagai Walikota, keluarganya tidak boleh menduduki jabatan. Padahal kata Jonas keluarganya memang sudah pantas menduduki jabatan dikota karena sudah berpuluh tahun mengabdi dan meniti karier di Pemkot.

” terus menyangkut keluarga saya yang kerja proyek. selama 15 tahun keluarga saya yang bermarga Salean itu ada 3 orang yang menjadi pengusaha di kota ini. 15 tahun lalu mereka sudah menjadi kontraktor dan menjadi pengusaha IT. terus ketika saya menjadi Walikota mereka harus berhenti mengikuti tender proyek lalu menang, apakah saya harus suruh berhenti karena saya Walikota?, paparnya.

Baca Juga :  Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Menurutnya harus fair dengan kondisi itu sekalipun Jonas adalah Walikota. Karena keluarganya tersebut mencari hidup sebagai pengusaha.

” lagian mereka kerja mengikuti mekanisme pelelelangan dan kerjanya juga baik-baik.saya juga tidak pernah mengarahkan mereka untuk dapat proyek,” jelas Jonas.

Jonas memahami isu isu tersebut digembor-gemborkan oleh lawan politiknya karena ketiadaan isu untuk mengalahkannya.

Jonas mengaku selama masa kepemimpinannya sudah banyak program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat kota Kupang. Dia menjabarkan ada program Brigade Kupang Sehat (BKS), Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM), Program Raskin dan program-program lainnya yang sudah dirasakan oleh masyarakat Kota Kupang.

Jonas berjanji akan meningkatkan dana PEM serta pengobatan gratis berbasis KTP bila dirinya bersama Nikolaus Fransiskus terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru