70 Tahun Indonesia Merdeka, Laton Liwo Belum Nikmati Listrik dan Jalan Raya

- Penulis

Selasa, 19 Juli 2016 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan ke Tanjung Bunga yang rusak Parah. Foto Juven AP Nitano
Kondisi Jalan ke Tanjung Bunga yang rusak Parah. Foto Juven AP Nitano

Kupang, Savanaparadise.com,- Desa Laton Liwo, kecamatan Tanjung bunga, Kabupaten Flores Timur, akhir-akhir ini menjadi bahan pemberitaan media lokal maupun media nasional. Hal ini disebabkan Desa ini merupakan kampung asal Laurensius Koten, Theodorus Kopong, serta Emanuel Arakian Maran yang di tawan oleh Kubu Abu Sayyaf di Filipina.

Kesenjangan Pembangunan di Indonesia juga di rasakan oleh masyarakat Desa Laton Liwu. Potret pembangunan yang diskriminatif dan timpang adalah nasib yang mesti dinikmati oleh masyarakat yang terisolir ini. di Kecamatan Tanjung Bunga, ada enam belas desa yakni, Aran Sina, Bahinga, Bandona, Gekeng Deran, Kolaka, Lamanabi, Lamatutu, Laton Liwo, Laton Liwo II,Lewobunga,Nusanipa,Patisirawalang,Ratu Lodong,Sina Hadigala,Sinamalaka dan desa Waibao.

Leonardus Liwun, warga kecamatan Tanjung Bunga mengatakan kondisi ini sudah dialami warga laton liwo sejak 70 tahun Republik Indonesia. Kondisi ini menurutnya merupakan potret buruk dari tidak seriusnya pemerintah dalam melakukan pembangunan bagi rakyat di desa-desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ kita melihat fakta yang nyata, ketika pemerintah Flores Timur mencari kampung halaman ketiga sandera tersebut. Mereka sangat kesulitan karena sarana jalan yang rusak parah serta ketiadaan jaringan telekomunikasi. ,” jelas Leonardus yang juga ketua GMNI cabang Kupang ini, Selasa, 19/07.

Baca Juga :  450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Dijelaskannya banyak desa di kecamatan bunga yang belum menikmati sarana jalan raya, Listrik dan jaringan telekomunikasi. Untuk mengakses desa Laton Liwo Leonardus mengatakan Masyarakat umumnya menggunakan jalur laut. Namun pada musim angin kencang, masyarakat akan menggunakan jalur darat dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Kecamatan Tanjung Bunga ada di Flores Timur Daratan tapi untuk mengaksesnya harus lewat laut. Dia berharap pemerintah setempat lebih peka dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat.

“ dari 16 desa hanya desa Sina Malaka, Sina Hadigala dan desa Bandona yang menikmati penerangan listrik. Sedangkan jalan raya hanya sampai di desa Ebak,” jelasnya.

Kenyataan ini menjadi nasib yang mesti diterimah oleh warga desa ini. mayoritas warga desa ini bermata pencaharian sebagai petani. Padahal menurutnya di desa Laton Liwu punya komiditas tanaman perkebunan jambu Mete. Kondisi yang serba terbatas dan terisolir ini menyebabkan hasil bumi dari Latan Liwo tidak bisa dipasok kekota.

Baca Juga :  Seorang Pria di Ende Dikabarkan Hilang dan Hingga Kini Belum Ditemukan

Kurangnya infrastruktur yang memadai untuk memasok hasil pertanian ke kota membuat banyak masyarakat desa ini harus merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri guna mencari kehidupan yang layak.

Kontributor Net TV, Juven Ananias Petrus Nitano, berkesempatan untuk mengunjungi desa Latan Liwo guna mewawancarai keluarga korban, Jumat, 15/07. Dia mengatakan untuk mencapai desa ini di butuhkan waktu 12 jam dengan berjalan kaki menuju ke kecamatan Tanjung Bunga.

Menurut penuturan beberapa warga setempat yang ditemuinya, kondisi miris ini, membuat banyak masyarakat desa ini harus merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri guna mencari kehidupan yang layak.

Medan jalan yang tidak bersahabat membuat Tim dan Wartawan yang hendak berkunjung ke desa ini mengurungkan niatnya. (SP)

Berita Terkait

Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat
Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga
Seruan Moral Seorang Anak Pedagang Kecil di Ndao Ende Saat Demo: Jangan Rampas Hak Kami
Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:11 WIB

Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat

Minggu, 12 April 2026 - 21:57 WIB

Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Rabu, 1 April 2026 - 09:31 WIB

Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

Berita Terbaru