Menpupera Bersama Senator dan Legislator NTT Kunjungi Korban Gempa Alor

- Penulis

Rabu, 11 November 2015 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuliyono bersama senator/anggota DPD RI asal NTT Ibrahim Agustinus Medah ketika bertemu masyarakat desa Kobra, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor yang
Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuliyono bersama senator/anggota DPD RI asal NTT Ibrahim Agustinus Medah ketika bertemu masyarakat desa Kobra, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor yang

Kalabahi, Savanaparadise.com,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) DR. Ir. Basuki Hadimuliyono, Selasa (10/11/2015) bersama senator/anggota DPD RI asal NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah serta anggota DPR RI Anwar Pua Sawa mengunjungi para korban gempa di sejumlah desa di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Desa-desa itu diantaranya Desa Kolana Selatan, Maritaing, Tanglapui Timur, dan Desa Padang Panjang.

Menpupera Joko Susanto ketika berdialog dengan warga di desa-desa itu mengatakan, setelah mendapat laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ia bersama wakil rakyat NTT beserta seluruh jajaran direksinya datang dan melihat langsung kondisi masyarakat yang tertimpa gempa bumi beserta perumahan dan sarana umum lainnya yang rusak.

“Kami akan melakukan penanganan bertahap dan tahap pertama yaitu penanganan darurat seperti sekarang ini dan berikutnya adalah penanganan pasca bencana yaitu rehabilitasi,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya, setelah melihat langsung dan mendapatkan laporan tertulis yang berkaitan dengan data-data kerusakan yang lengkap dari bupati Alor, pihaknya akan segera meluncurkan bantuan tanggap darurat.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

“Kami akan segera turunkan bantuan untuk tangani di saat darurat, dan nanti melalui Pak Bupati untuk selanjutnya diatur untuk didistribusikan kepada masyarakat yang benar-benar tertimpa bencana,” katanya.

Sedangkan untuk penanganan pasca bencana, Menpupera mengatakan, pihaknya akan membantu pembangunan rumah tinggal dan infrastruktur jalan serta jembatan yang rusak akibat gempa.

Senator/anggota DPD RI Ibrahim Agustinus Medah pada kesempatan itu mengaku salut dengan respons yang cepat tanggap dari Menpupera atas bencana yang diamali warga NTT. Ia bertekad akan terus berkoordinasi dengan Menteri PU Pera agar bantuan itu segera direalisasikan.

“Kepada bapa-mama dan basaudara semua, agar tetap semangat dan kuat menghadapi bencana ini. Semua ini rencana Tuhan juga pasti menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk mendatangkan bantuan,” kata Medah.

Bupati Alor Amon Djoba mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menetapkan darurat bencana bagi Kabupaten Alor karena gempa susulan masih tetap terjadi. “Kalau sampe 14 hari pertama selesai dan masih tetap ada gempa susulan, maka kita akan tambah 14 hari lagi sebagai darurat gempa, hingga benar-benar ada pernyataan resmi dari BMKG,” katanya.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Hingga kini warga di wilayah itu masih enggan tidur di dalam rumah karena masih trauma. Warga, masih tidur di tenad-tenda darurat yang dibangun di depan rumah.

Sejak diguncang gempa bumi pada 4 Nopember 2015 silam, mengakibatkan 1.468 rumah warga rusak dengan rincian 519 rusak berat, 193 rusak sedang dan 756 rusak ringan. “Setelah dilakukan perhitungan, kerugian akibat gempa bumi ini mencapai Rp 123 Miliar, rumah ibadat yang rusak berjumlah 20 dan ada 10 gedung sekolah yang rusak,” ujar bupati Alor Amon Djobo ketika melaporkan secara lisan kepada Menteri PU Perumahan Rakyat dan Senator di Desa Tanglapui Timur, Kecamatan Alor Timur.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru