4 Peserta Itjima Gowa di Nagekeo Negatif Rapid Test

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2020 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mbay, Savanaparadise.com,- Posko pencegahan dan penanganan covid-19 Kabupaten Nagekeo merilis hasil rapid test empat orang peserta Ijtima Ulama Gowa, Sulawesi Selatan. Hasil itu menyatakan peserta yang berasal dari kecamatan Mauponggo itu negatif atau non reaktif.

Test cepat (Rapid test) ini merupakan pemeriksaan tahap satu oleh petugas medis Satgas Penanganan Covid-19 Nagekeo. Meski dinyatakan non-reaktif, keempatnya akan kembali diperiksa sepuluh hari mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rilis pers bersama kepada awak media, selasa 5 mei 2020, Humas protokol Penanganan Virus Corona Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada mengatakan keempatnya tetap akan menjalani masa karantina terpusat di Puskesmas Mauponggo selama 14 hari kedepan.

Baca Juga :  Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende

“4 OTG di kecamatan Mauponggo yang berasal dari klaster Ijtima Ulama Gowa Sulawesi Selatan telah dilakukan Rapid Test. Puji Tuhan, hasilnya dilaporkan hari ini : Non-Reaktif. Artinya tidak ada “signal” yang mengarah ke covid-19″ katanya.

Pada grafik data monitoring Penanganan Covid-19 Nagekeo, Status Covid-19 Kabupaten Nagekeo per hari ini, selasa 5 Mei 2020, tercatat tak ada pergerakan angka. Grafiknya tetap stabil seperti hari sebelumnya.

Baca Juga :  Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Hanya P2T2 yang sudah selesai masa pemantauan sebanyak 1077 orang dan yang masih dalam pemantauan sebanyak 80 orang.

Menurut Silvester, mengingat masa pandemi virus corona belum ada tanda berakhir maka, kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan serta bersatu dengan tim Gugus Tugas guna mempercepat pencegahan dan penyebaran virus mematikan ini.

Teda Sada juga menyarankan kepada keluarga yang anggotanya baru tiba dari zona merah agar tetap menjadi garda terdepan dalam memantau dan mengawasi pergerakan P2T2 selama masa karantina.(FR03)

Berita Terkait

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:58 WIB

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru