Masyarakat Flores Timur dan Lembata Minta Depot Pertamina diaktikan Kembali

- Penulis

Rabu, 18 Juli 2012 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Larantuka,Savanaparadise.com, Masyarakat Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mengharapkan kepada pihak Pertamina sebagai Perusahaan milik Negara Republik Indonesia, ikut memberikan perhatian serius  terhadap masyarakat di dua kabupaten kepulauan itu, karena  kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang pernah dibuka di Larantuka itu kembali aktif sehingga mengurangi tingkat kesulitan masyarakat.

Depot Pertamina Larantukan sempat dibuka beberapa tahun lamanya namun alasan yang disampaikan oleh pihak pertamina bahwa untuk membawa BBM ke Depot tersebut membawa kerugian sangat tinggi. Sehingga masyarakat menilai bahwa alasan itu kurang pas. Sebab kebutuhan masyarakat akan penggunaan BBM di kabupaten Flores Timur, Pulau Solor, Pulau Adonara dan kabupaten Lembata sangat tinggi sehingga patut dipertanyakan.

Setelah Depot Pertamina di Larantukan tutup maka Depot Pertamina Maumere setiap hari mengirim BBM ke Larantukan dan Lewoleba. Hal tersebut membuat kenaikan harga kebutuhan masyarakat seperti bahan bangunan, Sembilan bahan pokok dan biaya transport laut di dua kabupaten tersebut mengalami kenaikan, walaupun harga BBM tidak dinaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jarak tempuh perjalanan dari kabupaten Sikka ke kabupaten Flotim kurang lebih 130 km dengan lama perjalanan kurang lebih tiga jam. Namun pada musim hujan dan terjadi kerusakan jalan maka harga BBM dengan serentak mengalami kenaikan yang tidak terkendali sebab kendaraan roda dua, roda empat dan perahu motor setiap saat membutuhkan BBM yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Tiga Pria di Ende Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Masalah BBM tersebut sebagai bahan pembicaraan masyarakat di desa-desa terpencil yang ada di Flores Timur dan Lembata. Seperti pengamatan SP di Desa Bokang kecamatan Titehena dan Desa Pati Sira Walang kecamatan Tanjung Bunga kabupaten Flores Timur, Minggu (15/7).

Menurut Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, kepada Wartawan di Larantukan, mengatakan, “Memang benar dulu saya masih sebagai wakil bupati Depot Pertamina tersebut ada namun karena alasan rugi makan ditutup. Kami sebagai pemerintah daerah tentunya telah melakukan dialog dengan pihak pertamina di Jakarta dan hasil pertemuan tersebut akan di bukan kembali sesuai desakan masyarakat. namun hingga saat ini belum direalisasi. Tentunya semua persoalan itu pemerintah daerah tidak dapat mencapuri karena itu bukan kewenangan kami,” jelas Bupati Flotim,  Yoseph Lagadoni Herin.

Yoseph Lagadoni Herin, mengatakan, semua pengeluhan masyarakat telah kami sampaikan kepada pihak pertamina, namun keputusan itu ada ditangan Pertamina Pusat. “Kita berharap agar bapak Menteri BUMN juga bisa memberikan perhatian terhadap masyarakat Flores Timur dan kabupaten Lembata serta dua pulau yaitu pulau Adonara dan pulau Solor, setiap saat memerlukan BBM yang sangat banyak,” jelas  Yoseph Lagadoni Herin.

Baca Juga :  Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi

Menurut wakil Ketua DPRD Flores Timur, Antonius H Gege Hadjon, kepada SP di Larantuka, Minggu (15/7) mengatakan, DPRD Flotim telah melobi sampai di Pertamina Jakarta dan Surabaya dan hasilnya sangat baik. Namun hingga kini depot pertamina tersebut belum mulai dioperasikan.

“Hasil pertemuan DPRD Flotim dengan pihak Pertamina sepakat membuat MOU kerjasama dalam pengelolaannya. Namun  hingga saat ini kami belum melihat bentuk rencana kerjasama itu. serta  diharapkan pada tahun 2012 ini bisa beroperasi kembali sesuai janji pihak Pertamina,” jelas Anton Hadjon.

Anton Hadjon, menambahkan, Depot yang sudah ditinggalkan oleh Pertamina kurang lebih tiga tahun tersebut, secara lisan Pihak Pertamina telah menyetujui untuk melakukan kerjasama antara Pihak Pertamina dengan Pemerintah Daerah Flotim pada tahun 2012 ini. Karena kita di Flotim merupakan daerah kepulauan maka pihak pertamina harus bisa melayani walaupun  target bisnisnya tidak mencapai angkah-angkah  yang diharapkan,” tambah Anton Hadjon.     (YOS).

 

Berita Terkait

LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya
Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi
Mucikari dan Pemilik Kos Dapat Komisi Dari Praktek Prostitusi Online di Ende
Sat Pol PP Amankan Lima Pelaku Prostitusi Online di Ende,; Hasil Medis Satu Orang Positif Hamil
Hibahkan Tanah Bangun SMPN; Bupati Ende Apresiasi Untuk Mosalaki Tanah Nggesa
Potret Infrastruktur Jalan Pantura Ende Cukup Memprihatinkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:50 WIB

LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:15 WIB

Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:21 WIB

Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:58 WIB

Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:18 WIB

Sat Pol PP Amankan Lima Pelaku Prostitusi Online di Ende,; Hasil Medis Satu Orang Positif Hamil

Berita Terbaru