Ketua MPR Dukung Kurikulum Pendidikan Pancasila sebagai Sistem Pendidikan Nasional

- Penulis

Kamis, 2 Juni 2022 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR, Bambang Soesetyo (tengah) dan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi (kiri) (Foto: Humas BPIP)

Ketua MPR, Bambang Soesetyo (tengah) dan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi (kiri) (Foto: Humas BPIP)

Ende, Savanaparadise.com,- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesetyo mendukung kurikulum pendidikan pancasila sebagai sistem pendidikan nasional.

Menurutnya setelah sekian lama pancasila terasing dan terpinggirkan, kini pancasila diteguhkan kembali sebagai bagian integral yang tidak terpisahkan sistem pendidikan nasional.

“Saya sangat mengapresiasi kurikulum pendidikan pancasila sebagai sistem pendidikan nasional”, kata Bamsoet usai acara penandatangananan nota kesepahaman pencanangan kurikulum pendidikan Pancasila dalam sistem pendidikan Nasional di Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu, (1/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, Skertaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawatanaya, Plt. Sekretaris Utama BPIP Karjono, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Prakoso, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinasia) Mulyanto Nugroho. Hadir pula secara virtual Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Lebih lanjut Bamsoet menjelaskan pendidikan merupakan instrumen fundamental dan faktor kunci kemajuan bangsa. Oleh karenanya, tegas Bamsoet, pendidikan harus mampu melahirkan sumberdaya manusia pembangunan yang memiliki karakter dan jati diri.

Sehingga dirinya menilai untuk membangun generasi bangsa yang berhati Indonesia dan berjiwa pancasila diperlukan komitmen serta kesadaran kolektif dari segenap elemen bangsa.

“Kita harus bahu membahu, bergotong-royong dan bekerjasama mengedepankan prinsip sinergi serta kolaborasi,” tandasnya.

Baca Juga :  BGN Ende Minta SPPG Perhatikan Kualitas Bahan Baku dan Mutu Pengelolaan MBG

Mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan itu berharap melalui kerjasama ini pembinaan ideologi pancasila menjadi satu langkah terintegrasi, selain ditopang oleh kemampuan memanfaatkan dan menyinergikan kemampuan serta sumber daya para pihak, untuk mendukung pelaksanaan pembinaan ideologi pancasila sesuai dengan tugas dan fungsi masing- masing.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengatakan pencanangan kurikulum pendidikan pancasila dalam sistem pendidikan nasional dan penandatanganan nota kesepahaman yang diselenggarakan adalah manifestasi nyata dari komitmen bersama untuk melestarikan nilai-nilai pancasila.

“Ini juga sekaligus menjadi jawaban atas beragam paradigma dan fenomena zaman yang kian hari terasa semakin menggerus jati diri bangsa,” timpalnya.

Dikatakan masuknya kembali pendidikan pancasila dalam sistem pendidikan nasional sangatlah tepat apabila merujuk pada hasil survey CSIS yang mencatat sekitar 10 persen generasi milenial yang setuju mengganti pancasila dengan ideologi yang lain.

Selanjutnya, survey Komunitas Pancasila Muda yang dilakukan pada akhir Mei 2020 mencatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka. Sementara, 19,5 persen di antaranya menganggap Pancasila hanya sekedar istilah yang tidak dipahami maknanya.

Sebelumnya, survey LSI tahun 2018 juga mencatat bahwa dalam kurun waktu 13 tahun masyarakat yang pro terhadap pancasila telah mengalami penurunan sekitar 10 persen, dari 85,2 persen pada tahun 2005 menjadi 75,3 persen pada tahun 2018.

Baca Juga :  Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

“Karenanya, kita perlu membekali generasi muda dengan pendidikan Pancasila sejak mereka menempuh pendidikan di sekolah dasar. Sehingga sekolah juga menjadi institusi yang tidak hanya melahirkan anak bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual saja, tetapi juga memiliki kecerdasaan kebangsaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengucapkan terimakasih kepada seluruh Kementerian Lembaga yang sudah mendukung kegiatan dan program tersebut.

Yudian Wahyudi mengaku BPIP tidak sendirian lagi dalam membumikan Pancasila karena sudah banyak yang mendukungnya.

“Dalam momentum memperingati Hari Lahir Pancasila ini, kami patut bersyukur karena telah membuat komitmen bersama dengan MPR RI, BPIP,  BRIN, Lemhanas, Pertinasia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi”, ujarnya.

Selain mata ajar Pendidikan Pancasila yang sudah rampung dan diimplementasikan tahun ini, BPIP juga telah membuat materi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) untuk TNI, Polri.

“Alahamdulillah BPIP yang diberikan tugas untuk membuat materi diklat PIP kini satu-satu sudah rampung”, paparnya.

“Dengan upaya ini, semoga segear terwujudnya indonesia maju dan dapat membangun peradaban dunia”, tutupnya.

Setelah mengukuti Upacara Hari Lahir Pancasila dan Penandatanganan MoU rombongan BPIP melaksanakam Ziarah ke Makam Ibu Himsi atau Ibu Mertua Bung Karno sang Proklamator dan dilanjutkan memberikan bantuan sembako kepada warga.

Penulis: Chen Rasi

Editor: Yuven Abi

Berita Terkait

Perkuat peran lembaga penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah, Gubernur NTT Bakal Buka Workshop dan Rakerda KPID NTT
Pendapatan 4 Unit Videotron di Ende Baru Capai 3 Juta Lebih
Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng
Siswa Jadi Target Kejahatan Digital, UPTD Tekomdik Dinas Pendidikan NTT Dorong Sekolah Lindungi Data Pribadi
Arahan Gubernur NTT, Dinas Pendidikan NTT Siapkan Rumah Singgah untuk NTL Saat Berobat ke Ruteng
Insan Pendidikan SMA/SMK Gotong Royong Buka Donasi Bantu Anak SD Lawan HIV dan TB Paru di Matim
Kisah Pilu Bocah di Mangarai Timur Dapat Perhatian Pemerintah, Gubernur NTT Instruksikan Penanganan Cepat
Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:27 WIB

Perkuat peran lembaga penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah, Gubernur NTT Bakal Buka Workshop dan Rakerda KPID NTT

Senin, 27 April 2026 - 13:17 WIB

Pendapatan 4 Unit Videotron di Ende Baru Capai 3 Juta Lebih

Sabtu, 25 April 2026 - 20:40 WIB

Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng

Jumat, 24 April 2026 - 09:06 WIB

Siswa Jadi Target Kejahatan Digital, UPTD Tekomdik Dinas Pendidikan NTT Dorong Sekolah Lindungi Data Pribadi

Rabu, 22 April 2026 - 22:06 WIB

Arahan Gubernur NTT, Dinas Pendidikan NTT Siapkan Rumah Singgah untuk NTL Saat Berobat ke Ruteng

Berita Terbaru