Gubernur NTT , Melki Laka Lena Pastikan Direksi dan Komisaris Bank NTT bebas dari Kepentingan Politik & Birokrasi 

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,Savanaparadise.com- Gubernur NTT, sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP), Emanuel Melkiades Laka Lena, memastikan jajaran direksi dan komisaris bank ke depan bebas dari unsur politik dan birokrasi.

Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat tata kelola dan menjaga kepercayaan publik terhadap bank milik masyarakat Nusa Tenggara Timur itu.

Lewat Rapat RUPS yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis 15 Mei 2025, para pemegang saham sudah resmi menetapkan empat nama sebagai komisaris Bank NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diantaranya, Doni H. Heta Huban sebagai Komisaris Utama (mantan Kepala BI Perwakilan NTT), Frans Gana Komisaris Independen (pengangkatan kembali), Eko Sitiabudi, dan Yosef Jiwadeole.

Selain itu, untuk Komisaris Tambahan, satu nama diuslkan dari Bank Jawa Timur atau Bank Jatim, yang saat ini masih dalam proses finalisasi.

Baca Juga :  249 Siswa Siap Mengikuti Pendidikan dan Pembentukan Bintara Di SPN Kupang

Sedangkan untuk jajaran direksi, pemegang saham sudah menyepakati untuk mengusulkan delapan nama calon direksi yang akan menjalani fit and proper test di OJK.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT ada Charlie Paulus dan Yohanis Landu Praing, yang lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kembali diangkat jadi Plt Dirut, sambil menunggu dirut definitif.

Direktur Operasional dan SDM, juga diusulkan dua nama, yakni Yohanis Landu Praing dan Rahmat Saleh. Direkrut Kredit Allo Geong, dan Direktur IT Soni Pellokila

Sedangkan Direkrut Kepatihan ada Revi dari perwakilan Bank Jatim, Direkrut Treasury dan Keuangan Heru dari Artha Graha, dan Direktur Dana, Siti Aksa.

Gubernur Melki menyebut, yang ditunjuk untuk nanti mengisi jajaran komisaris maupun direksi adalah ekonom tulen. Tidak ada unsur politisi maupun mantan birokrat.

“Mereka adalah orang-orang yang mengerti denyut industri keuangan dan punya rekam jejak di dunia perbankan,” ujar Melki Laka Lena usai RUPS, Kamis 15 Mei 2025 .

Baca Juga :  Tanda Cinta Paket SIAGA untuk Pelajar SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Bantu Beasiswa Senilai Rp800 Juta

Gubernur Melki tak sekadar menyusun ulang jajaran atas. Dia juga memotong siklus klasik BUMD yang selama ini kerap dijadikan “bancakan” politik lokal.

“Kami ingin agar Bank NTT ini menjadi contoh bank daerah modern, profesional, akuntabel, dan pro rakyat,” ungkap Melki Laka Lena.

Keputusan Gubernur Melki dan para pemegang saham yang adalah Bupati dan Wali Kota Se-NTT ini disebut sebagai langkah berani dan terukur.

Di tengah tahun politik, saat banyak kepala daerah cenderung menyisipkan loyalis atau “orang titipan” dalam tubuh BUMD, Gubernur Melki justru mengambil risiko: memutihkan struktur Bank dari jejak politik dan birokrasi.

Setelah disetujui OJK dan dilantik, seluruh pemegang saham akan duduk bersama dengan para direksi dan komisaris untuk membahas arah bisnis ke depan. Kita ingin Bank NTT tumbuh sehat,” tandasnya(***)

Berita Terkait

Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Edi Endi Ajak Satukan Gagasan Bangun NTT
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Apresiasi Diskusi Publik DPW NasDem NTT
Dari Soe untuk NTT, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief Raih Post Kupang Award 2025
Diskusi Publik Kepemimpinan dan Pembangunan, Nasdem NTT Hadirkan Viktor Laiskodat dan Melki Laka Lena
Menuju Konferda VI PDI-P , tujuh nama berpeluang menjadi ketua DPD PDI-Perjuangan NTT
Berita ini 3 kali dibaca