Ende, Savanaparadise.com,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende sebelumnya menerima dana dari pemerintah pusat, dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar 20 M untuk penanganan tanggap darurat pascagempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dana Banpres tersebut kabarnya telah dicairkan sekitar 15 M dan dibagikan ke beberapa bidang diantaranya, Pendidikan, Dinas Kesehatan, termasuk Rumah Ibadah, Rumah Sakit, dan lain-lain. Besaran yang diterima masing-masing bidang bervariasi jumlahnya.
Ketika dikonfirmasi media, Sabtu, (12/9/26), Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Ende telah mencairkan dana tanggap darurat dari Bantuan Presiden (Banpres) dengan nilai mendekati Rp15 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana tersebut, jelas Bupati Badeoda, untuk penanganan tanggap darurat di bidang pendidikan, Ksehatan, termasuk rumah ibadah, rumah sakit, dan lain-lainnya. Dia menyebut, untuk pendidikan sendiri mendapat porsi sekitar 6 hingga Rp7 miliar,, rumah ibadah 3 sampai 4 miliar.
“Kita akan salurkan dan di pergunakan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat”, tegas Bupati Badeoda.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ende, Venantius Minggu kepada wartawan, Senin, (14/9/2026) menjelaskan, dana Banpres yang diterima Dinas PK sekitar 7 M lebih akan digunakan untuk pengadaan tenda darurat bagi sekolah-sekolah yang mengalami tingkat kerusakan berat, sedang, maupun ringan mulai dari TK. SD, SMP.
Selain itu, tambah dia, dana ini juga diperuntukkan bagi sekolah yang kondisi bangunannya masih baik, namun para siswa dan guru masih trauma atau belum berani melaksanakan kegiatan belajar di dalam kelas.
Menurut Kadis PK, jumlah sekolah-sekolah yang akan menerima tenda darurat berdasarkan hasil reviu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), tervalidasi sebanyak 227 sekolah.
“Dia tidak bisa lebih dari 227 sekolah. Sementara ketersedian sekolah di Kabupaten Ende itu, TK 267 sekolah, SD 333 sekolah, dan SMP 93 sekolah. Jadi yang diintervensi untuk bantuan tenda darurat hanya 2027 sekolah”, tandasnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










