Ende, Savanaparadise.com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda membeberkan terdapat 300 lebih bangunan rumah milik warga yang rusak akibat gempa mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Bupati, jumlah kerusakan tersebut semakin bertambah mengingat terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Ende belum memasukan data karena ketiadaan jaringan telepon lantaran sinyalnya sempat terputus.
Selain bangunan rumah milik warga, berdasarkan data yang masuk, terang Bupati, sebanyak 31 Gereja yang ada di Kevikepan Ende, 10 Puskesmas, dan 20 an lebih Sekolah-sekolah juga mengalami rusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan bangunan akibat gempa tersebut, beber Bupati, terdapat di beberapa wilayah kecamatan seperti, Kecamatan Nangapanda, Kecamatan Ende, Kecamatan Maukaro, Kecamatan Maurole, dan Kecamatan Kotabaru.
” Kita sudah minta pada semua camat untuk mendata semua korban, baik itu rumah warga yang rusak, tempat Ibadah, korban luka-luka, sekolah, dan semuanya kita data. Karena memang ini ada kesulitan jaringan. Tapi kami minta pagi ini sudah masuk semua”, kata Bupati kepada Media, Minggu, (16/8/26).
Disamping membeberkan data kerusakan bangunan rumah milik warga dan bangunan lainnya, Bupati juga menyentil soal kondisi warga yang menginap di tenda darurat. Menurut Bupati, ini terjadi lantaran masyarakat masih trauma dengan peristiwa gempa tahun 92.
“Mereka butuh tenda sebenarnya. Kami kewalahan karena kita belum punya tenda segala macam, terpaksa banyak sekali yang numpang di jalan segala macam. Ya, mudahan-mudahan nanti kita dengan adanya bantuan sehingga nanti kita bisa dapat banyak tenda untuk melayani masyarakat”, ujar Bupati.
Bupati juga memutuskan untuk meniadakan uparaca Apel Bendera memperingati Kemerdekaan RI ke 81. Keputusan itu di ambilnya setelah dirinya berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, dan seluruh jajaran Pemda.
Menurutnya, fokus Pemerintah saat ini adalah memberikan bantuan pada korban bencana gempa.
” Saya sudah koordinasi dengan Pak Dandim, Pak Kapolres, dan seluruh jajaran Pemda, kita akan meniadakan Apel 17 dan seluruh rangkaian kegiatan kita tiadakan. Kita fokus pada bantuan bagi korban bencana gempa”, kata Bupati Badeoda.
Selain fokus pada bantuan bagi korban terdampak gempa, Bupati juga mempertimbangkan sisi lain yakni memyambut para tamu dari Jakarta, yang memantau langsung kondisi terkini pasca gempa Flores diantara, Menko PMK, Mendagri, Wamen Kesehatan, Wamen Sosial.
Karena itu, Ia tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende agar tetap tenang, tidak panik, dan jangan mudah percaya dengan segala informasi yang tidak valid dan benar.
“Yang benarnya kita harus dengar dari BMKG. Kita juga dari pemerintah akan memberikan informasi resmi biar masyarakat tidak panik”, ucap Bupati.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










