Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rumah warga di Desa Mukusaki, Kabupeten Ende Rusak Berat Akibat Gempa Bumi (Foto: Mateus Bheri/SP)

Salah satu rumah warga di Desa Mukusaki, Kabupeten Ende Rusak Berat Akibat Gempa Bumi (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Sebanyak 43 unit rumah warga di Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut di sebabkan oleh bencana Gempa Bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Data kerusakan ini di sampaikan secara langsung oleh Kepala Desa Mukusaki, Fabianus Sandi Siga saat ditemui media Savanaparadise.com di Mukusaki, Sabtu, (5/9/26) Malam.

Fabianus menjelaskan sesuai data yang dihimpun Pemerintah Desa Mukusaki pada tanggal 17 Agustus 2026, terdapat 43 rumah rumah rusak berat terkena dampak bencana Gempa Bumi Flores beberapa pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kades Fabianus menyebut, selain rumah rusak berat, sebanyak 108 unit rumah warga di Desa Mukusaki yang mengalami rusak ringan dan 6 unit rumah lainnya tidak dapat ditempati lagi oleh warga karena tingkat kerusakannya sangat vital.

Baca Juga :  Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende

“Untuk kerusakan rumah itu, sebagai pemerintah desa, kami di minta data melalui desa kemudian dikirim ke kecamatan, lalu di kirim ke kabupaten. Mungkin data itu mungkin sudah masuk ke BPBD Ende”, ungkapnya.

Untuk Keenam unit rumah tersebut menurut Kades Fabianus, masing-masing terdapat di Dusun Watubara sebanyak 4 unit dan Dusun Mukusaki 2 unit dan dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya serta di bantu pemerintah kecamatan, 6 unit rumah tersebut telah mendapat bantuan dari BPBD Ende berupa tenda keluarga sebanyak 6 buah, 3 selimut, dan 3 spon lipat.

“Kami masih menunggu waktu kapan, tim verifikasi dari BPBD untuk memverifikasi kembali sesuai data-data tersebut karena hingga detik ini tim verifikasi belum masuk di Desa kami”, tutur Kades Fabianus.

Baca Juga :  GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi

Kades Fabianus mengakui pascagempa, Warga di Desa Mukusaki pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ende dalam bentuk Sembako tetapi dari bantuan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Hal itu di karenakan, kata Kades Fabianus, semenjak Gempa utama 15 Agustus 2026 dan disertai Gempa susulan yang terus terjadi hingga kini, masyarakat banyak mengalami trauma dan enggan beraktivitas seperti yang terjadi di Dusun Watubara yang keseharian warga sebelumnya bekerja sebagai nelayan.

“Harapan kami kalau ada bantuan Sembako, bisa menghubungi kami sebagai pemerintah desa apalagi di desa Mukusaki ada dua posko. Posko pertama di Kantor Desa, Posko kedua ada di Dusun Watubara. Sehingga, semua bantuan masuk itu melalui posko, setibanya di posko baru kami tim desa yang menyalurkan ke warga yang terdampak”, tandasnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Terpilih Jadi Ketua PMKRI Ende Periode 2026/2027, Maria Regina Tipa: Pemimpin Perempuan Jaga Keseimbangan
227 Sekolah di Ende Terima Bantuan BTT Tenda Untuk Ruang Kelas Darurat; 70 Sekolah Sudah Terealisasi
Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende Tahun 2026 Tercatat 63 Kasus; 5 Orang Meninggal Dunia
Bupati Badeoda Lantik Gabriel Dala Jadi Sekda Ende; Minta Benahi Birokrasi Berbelit-Belit
Kunjungi Ende, Wamen PU Instruksikan Percepatan Tanggap Darurat Infrastruktur Air Minum Perumda Tirta Kelimutu
Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sempat Dikabarkan Batal Dibagikan ke KPM; 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Disalurkan Secara Manual
754 Ton Beras Rawan Pangan Di Ende Gagal Salur, Ansel Kaise : Pemkab Segera Koordinasi Dengan Bapanas
Berita ini 93 kali dibaca