BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posko Pengungsian Terpusat di Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende masih di tempati warga (Foto: Mateus Bheri/SP)

Posko Pengungsian Terpusat di Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende masih di tempati warga (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mengupadte data terbaru dampak Gempa Bumi Utara Flores 7,7 SR. Berdasarkan data yang di rilis BPBD Ende pertanggal, 7 September 2026 dilaporkan bahwa sebanyak 11243 unit rumah penduduk yang mengalami kerusakan.

BPBD Ende membagi data kerusakan rumah penduduk dalam tiga kategori yakni, rumah rusak ringan sebanyak 7750 unit, kategori rusak sedang 2065 unit, dan kategori rusak berat sebanyak 1428 unit. Data tersebut di himpun BPBD Ende berdasarkan laporan kerusakan rumah penduduk yang tersebar di 21 kecamatan.

Anehnya, dalam laporan yang ditanda tangani langsung oleh Kepala BPBD Ende, Marselus Eclesianus Meta, ST. M.Eng menyatakan jumlah pengungsi terpusat yang sudah dipulangkan ke rumah masing-masing dan melakukan pengungsian mandiri didepan teras dan halaman rumah sebanyak 5712 jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkaitan dengan data yang dilaporkan BPBD Ende menyangkut pengungsian terpusat nol, berbanding terbalik dengan kondisi riil yang di temukan di lapangan. Dari hasil penelusuran media Savanaparadise.com, terdapat beberapa titik posko pungungsian terpusat yang masih ditempati pengungsi. Salah satunya terdapat di Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro.

Baca Juga :  Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun

Kepala Desa Kebirangga, Yoakim Sumwi ketika dihubungi media, Selasa, (8/9/26) mengatakan bahwa di Desa Kebirangga terdapat satu titik posko pengungsian terpusat masih ditempati warga.

Kades Yoakim menyebut, jumlah KK yang menempati posko pengungsian tersebut kurang lebih sebanyak 159 KK dan di perkirakan sekitar 500 jiwa. Dari 159 KK tersebut, kata Kades, kebanyakan warga Dusun Nioniba.

Sementara, berdasarkan informasi yang disampaikan Kades Kebirangga bahwa di Dusun Nioniba sendiri terdapat 6 unit rumah penduduk yang mengalami rusak berat. Selebihnya masuk dalam kategori rumah rusak ringan dan sedang.

Menurutnya, pihaknya pernah diminta pemerintah kecamatan untuk menyampaikan himbauan kepada para pengungsi di posko terpusat agar segera kembali ke rumah namun permintaan tersebut belum direspons warga.

Dikatakan, alasan warga belum berniat pindah karena  rumah warga dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, sedang, dan berat. Selain itu, menurut Kades, alasan berikutnya adalah warga mengaku takut dan masih trauma untuk kembali ke rumah karena Gempa susulan masih terjadi.

Selain 159 KK yang menempati Posko pengungsian terpusat, Kades Yoakim menyebutkan bahwa warga juga masih mengungsi secara mandiri di depan dan halaman rumah dengan membangun tenda darurat.

Baca Juga :  Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

Data Tidak Sesuai Antara Tim Verifikasi dan Desa

Kades Kebirangga, Yoakim Sumwi mengaku kebingungan dengan data yang dipegang tim verifikasi saat turun ke Desa Kebirangga untuk melakukan survei data kerusakan rumah penduduk. Ia mengaku bingung lantaran antara data yang di kirim desa dan data yang di pegang tim verifikasi tidak sesuai.

Menurutnya, ketidaksesuaian data tersebut bilamana disandingkan dengan data yang dikirim desa sebanyak 163 unit rumah penduduk yang rusak tetapi data yang turunkan hanya 93 unit.

Perbedaan tersebut, kata Kades Yoakim, bisa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat dan berimbas pada konflik sosial antara pemerintah desa dan masyarakat.

Karena itu, dirinya menyarankan agar sebelum tim melakukan survey ke rumah-rumah penduduk yang mengalami kerusakan, terlebih dahulu melakukan sinkronisasi data antara pihak desa dengan tim verifikasi sehingga tidak ada rumah warga yang terlewatkan.

“Ini awal turun survey tidak menyampaikan kepada kami di Desa, lalu kemudian di hari kedua baru minta kami dampingi. Itu kan aneh. Apalagi data dari kami desa sudah tidak di pakai”, tegasnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun
Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan
Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende
Kapolres Ende dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah dan Susu Untuk Para Pelajar
HUT ke- 81 Kejaksaan; Kejari Ende Berupaya Kembalikan Kepercayaan Publik Lewat Penegakan Hukum Yang Humanis dan Berintegritas
Kader Partai Diduga Dipukul Ketua DPRD: Begini Respons DPC Hanura Ende
Diduga Pukul Anggota Dewan Dari Fraksi Hanura; Ketua DPRD Ende Dipoliskan
Jangkau 56 Titik di Enam Kabupaten; Alumni GMNI Se-Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Flores
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:43 WIB

BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada

Minggu, 6 September 2026 - 19:38 WIB

Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun

Minggu, 6 September 2026 - 16:48 WIB

Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:49 WIB

Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende

Jumat, 4 September 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Ende dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah dan Susu Untuk Para Pelajar

Berita Terbaru