Ende, Savanaparadise.com,- Mentri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. mengunjungi masyarakat, korban terdampak gempa Flores di Kabupaten Ende pada Selasa, (18/8/26).
Mendagri, Tito Karnavian bersama rombongan tiba di Bandara Haji Hasan Aroeboesman dengan menggunakan Pesawat Polisi P-457 sekitar pukul 10.00 Wita.
Mendagri bersama rombongan disambut Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, Dandim 1602/ Ende, Kejaksaan Negeri Ende dan yang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesudah bincang-bincang dengan Bupati Ende, Ketua DPRD Ende, Mendagri bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Kecamatan Nangapanda untuk menyerahkan bantuan dan santunan kepada korban meninggal.
Mendagri, Tito Karnavian kepada sejumlah awak media menjelaskan sesuai arahan Presiden Prabowo, sejumlah Mentri dan Pimpinan Lembaga diminta turun langsung ke lapangan dalam rangka penanganan bencana di Flores.
“Kita berangkat dari tanggal 16 Agustus dan mengadakan rapat di Labuan Bajo. Dalam rapat tersebut kita bagi tugas, karena ada 7 daerah yang terdampak yakni, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende Nagekeo, dan Sikka”, terang Mendagri.
Menurutnya, dari laporan sementara, jelas Mendagri, dampak yang cukup berat itu ada di Manggarai yakni korban meninggal berjumlah 26 orang dan Kerusakan juga cukup parah.
“Hari ini saya datang ke Ende dan ke Nagekeo. Kami juga diskusi dengan Bupati Ende, saya juga akan menyempatkan waktu ke Maumere untuk melihat infrastruktur yang rusak di sana”, kata Mendagri.
Mendagri Tito Karnavian mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya bersama semua tim akan melakukan evaluasi demi memastikan titik-titik mana yang membutuhkan penanganan segera termasuk yang paling utama adalah menolong korban terdampak.
“Yang sakit bisa di obati, yang meninggal kita beri santunan, kemudian kebutuhan mereka karena ada yang mengungsi, kebutuhan Sembakonya, selimut, obat-obatan. Itu yang paling penting saat ini untuk dilaksakan pada tahapan ini.
Ia menjelaskan, tahapan ini merupakan tahapan tanggap darurat bencana, prioritas utamanya adalah evakuasi, menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar.
“Misalkan Listrik, jaringan internet, kemudian akses jalan, kemudian air minum, dan kemudian adalah kebutuhan bahan makanan berupa Sembako”, katanya.
Setelah tahap tanggap darurat dan semuanya telah diatasi, tambah dia, tahap berikutnya adalah tahapan trasisi dan sesudahnya masuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi secara permanen.
“Jadi masyarakat sabar, yang penting kita semua turut kerja sama antara pusat dan daerah, termasuk masyarakat”, tutupnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










