Ende, Savanaparadise.com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menganggap kritik dan masukan adalah dinamika dalam bernegara dan berpemerintahan.
Hal ini dikatakan Bupati saat Dirinya bersama Wakil Bupati, Dominikus Minggu Mere mendampingi Gubernur NTT, Melki Laka Lena memantau langsung operasi Katarak di RSUD Ende, Senin, (1/6/26).
Bupati menegaskan pihaknya siap menerima kiritik dan masukan dari masyarakat karena baginya kritik dan masukan itu hal yang biasa dalam dinamika beernegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi saya pikir biasa-biasa saja lah yang penting hari ini kita sukes melaksanakan kegiatan apel bendera peringatan Harla Pancasila 1 Juni 2026”, kata Bupati.
Bupati Badeoda mengaku senang karena peringatan Harla Pancasila kali ini, Ende kedatangan Mentri Sosial, Gubernur NTT, seluruh jajaran Sekjen dan Dirjen kementrian sosial.
“Jadi kita juga banyak di bantu dalam urusan operasi Katarak, Sekolah Rakyat, dan bantuan-bantuan lainnya. Jadi hari ini saya sangat bahagia, saya sangat bahagia Ende dapat kunjungan dari orang penting yang ada di Indonesia”, tukas Bupati Badeoda.
Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
“Mari kita membumikan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan kita”, pesan Bupati.
Diketahui, Operasi Katarak bagi para Lansia dilakukan sejak, 31 Mei hingga 1 Juni 2026. Operasi Katarak merupakan program dari Kementrian Sosial. Para Lansia yang hadir merupakan perwakilan daro setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Ende.
Usai jamuan makan bersama dengan Mentri Sosial RI, Saifullah Yusuf di rumah jabatan Bupati Ende, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena kemudian mengantar Mensos ke Bandara H. Hasan Aroeboesman.
Setelah itu, Gubernur NTT bersama Bupati dan Wakil Bupati dan rombongan lainnya bertemu langsung dengan para Lansia di RSUD Ende yang telah selesai melaksanakan operasi katarak. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati Ende sempat menyapa para Lansia.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










