Tak Bisa Terus Jadi Penerima, SImon Petrus Kamlasi Dorong Perubahan ke Basis Produksi

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Perubahan arah pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak lagi bisa bertumpu pada pola lama yang mengandalkan bantuan semata. Daerah didorong untuk mulai bertransformasi menjadi basis produksi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menegaskan tantangan utama NTT saat ini bukan hanya soal keterbatasan anggaran tetapi lebih pada cara pandang dalam mengelola pembangunan.

” Selama ini kita terlalu lama berada pada posisi sebagai penerima. Bantuan datang, program masuk, tetapi nilai tambahnya tidak tinggal di daerah. Ini yang harus diubah,” ujar SPK dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, pendekatan pembangunan ke depan harus mulai diarahkan pada penciptaan produksi lokal. NTT tidak cukup hanya menjadi lokasi distribusi berbagai program pemerintah, tetapi harus mengambil peran dalam proses produksi agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah.

“Perubahan ini bukan sekadar teknis, tapi menyangkut mindset. Dari yang sebelumnya menunggu, menjadi menciptakan. Dari yang hanya menerima, menjadi memproduksi,” katanya.

Baca Juga :  Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar belanja pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pangan, masih didominasi oleh produk dari luar daerah. Akibatnya, meskipun anggaran negara masuk ke NTT, dampak ekonominya tidak maksimal karena sebagian besar kembali keluar dalam bentuk pembelian barang jadi.

“Kalau kita bisa ambil sebagian saja dari proses produksi itu, maka uang yang sama bisa bekerja di NTT. Di situ ada tenaga kerja, ada usaha lokal, dan ada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

SPK menilai, peluang tersebut sangat terbuka terutama melalui pengembangan industri terapan sederhana yang berbasis kebutuhan masyarakat, seperti perakitan alat pertanian, mesin pengolahan hasil, hingga teknologi tepat guna untuk sektor pangan.

“Ini bukan industri besar yang rumit. Ini industri yang bisa langsung dikerjakan, bisa dilatih, dan bisa dikembangkan secara bertahap. Kuncinya ada pada kemauan untuk memulai,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perubahan posisi dari penerima menjadi produsen juga akan berdampak pada cara pemerintah pusat melihat daerah. Dalam kondisi anggaran yang semakin selektif, daerah yang menunjukkan kesiapan dan hasil nyata akan lebih mudah mendapatkan dukungan program.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

“Sekarang pusat tidak hanya melihat siapa yang butuh, tapi siapa yang siap. Kalau NTT bisa menunjukkan produksi itu berjalan, maka akan ada efek tarik kebijakan ke sini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung, mulai dari kemudahan perizinan, pendampingan usaha, hingga kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri lokal.

“Transformasi ini harus dikerjakan bersama. Pemerintah menyiapkan sistemnya, masyarakat menjalankan produksinya. Kalau ini berjalan, maka NTT tidak hanya bertahan, tetapi bisa melompat,” katanya.

Dengan perubahan tersebut, NTT diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat program, tetapi menjadi bagian dari rantai produksi nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

“Ini bukan soal besar atau kecil. Ini soal mulai. Ketika produksi mulai hidup, di situlah ekonomi akan bergerak,” pungkas SPK.

Penulis : Tim Redaksi

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Bank NTT Perkuat Sistem Keamanan Digital, Benahi Data Center dan DRC
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
Menjelang Konferda II ,PA GMNI NTT Gelar Aneka Bakti, Bukti Kontribusi Nyata Bagi Pembangunan Daerah NTT
PERMASA Kupang Kecam Dugaan Percobaan Pemerkosaan Siswi SD di Lobolauw, Dukung Polres Sabu Raijua Usut Tuntas dan Transparan
Ambil Langkah Pencegahan Kekerasan Dilingkungan Sekolah,Asti Laka Lena Kukuhkan Satgas PPKS,SMKN 5 Siap Penguatan Karakter Di MPLS
Upaya Tekan Kasus Kekerasan di Lingkungan pendididikan, Ketua TP PKK Prov.NTTDorong Optimalisasi Guru BK & Satgas PPKS
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:28 WIB

Bank NTT Perkuat Sistem Keamanan Digital, Benahi Data Center dan DRC

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:22 WIB

Menjelang Konferda II ,PA GMNI NTT Gelar Aneka Bakti, Bukti Kontribusi Nyata Bagi Pembangunan Daerah NTT

Berita Terbaru