Perkuat peran lembaga penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah, Gubernur NTT Bakal Buka Workshop dan Rakerda KPID NTT

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG,Savanaparadise.com—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan Workshop dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT yang akan digelar pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan yang akan berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT itu dimulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Workshop dan Rakerda ini mengusung tema “Terwujudnya Tata Kelola Penyiaran yang Inklusif dan Adaptif serta Memperkuat Keberagaman Lokal untuk NTT yang Maju dan Sejahtera.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati kepada media ini, Senin, (27/4/2026) menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran lembaga penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, tantangan dunia penyiaran saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media.

Ia menegaskan, melalui workshop dan rakerda ini, KPID NTT ingin mendorong lembaga penyiaran agar tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata, tetapi juga mengedepankan fungsi edukasi, informasi, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Baca Juga :  Pemprov NTT Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Fokus Tingkatkan PAD

“Kita ingin memastikan bahwa penyiaran di NTT mampu menjadi ruang yang inklusif bagi semua kelompok masyarakat, sekaligus adaptif terhadap perkembangan digital tanpa meninggalkan identitas lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penyiaran, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ichsan Arman Pua Upa mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan diikuti Gubernur NTT,  Forkopimda NTT, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Kepala Bapperida NTT, pimpinan lembaga penyiaran, baik radio maupun televisi, yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Lanjut Ichsan, workshop tersebut menghadirkan empat narasumber yang akan memaparkan sejumlah materi strategis, mulai dari penguatan regulasi penyiaran, peningkatan kualitas konten siaran, hingga strategi menghadapi disrupsi media digital.

Adapun empat pemateri itu adalah  Kepala Stasiun TVRI NTT, Direktur SK FM Kupang, Kepala Bapperida NTT dan Ketua KPI Pusat.

“Kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pelaku penyiaran terkait arah kebijakan KPID serta peluang dan tantangan yang dihadapi ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Momentum Hardiknas, kepala UPTD Tekkomdik Dinas pendidikan NTT persembahkan Buku Peta Satuan pendidikan sebagai basis perumusan kebijakan pendidikan

Ichsan menuturkan bahwa forum Rakerda akan dimanfaatkan untuk menyusun program kerja KPID NTT periode 2026-2029 ke depan agar lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi terbuka antara KPID dan lembaga penyiaran untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, termasuk terkait perizinan, pengawasan isi siaran, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” cetusnya.

KPID NTT sendiri telah mengirimkan undangan kepada sejumlah pihak, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika di Kabupaten/Kota se-NTT, sebagai bagian dari upaya melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan sektor penyiaran di daerah.

Ia berharap pelaksanaan Workshop dan Rakerda ini mendorong terciptanya tata kelola penyiaran yang lebih profesional, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat keberagaman lokal melalui konten siaran yang berkualitas, sehingga penyiaran di NTT tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara luas,” pungkasnya.***

Penulis : Tim Redaksi

Berita Terkait

PERMASA Kupang Kecam Dugaan Percobaan Pemerkosaan Siswi SD di Lobolauw, Dukung Polres Sabu Raijua Usut Tuntas dan Transparan
Ambil Langkah Pencegahan Kekerasan Dilingkungan Sekolah,Asti Laka Lena Kukuhkan Satgas PPKS,SMKN 5 Siap Penguatan Karakter Di MPLS
Upaya Tekan Kasus Kekerasan di Lingkungan pendididikan, Ketua TP PKK Prov.NTTDorong Optimalisasi Guru BK & Satgas PPKS
KPID NTT Bangun Sinergi Bersama RRI Kupang Perkuat Siaran Sehat Bagi Publik
Ambrosius Kodo Tekankan Disiplin dan Optimalisasi PAD dalam Apel Virtual WFA Dinas PK NTT
Sidang Penyelesaian Sengketa informasi Muchtar Djafar Adam & BPN Manggarai Barat Digelar,Pemohon Cabut Sengketa Secara Resmi
KPID NTT Dorong TVRI Perluas Jangkauan Siaran Piala Dunia
BI Rate Naik, Bank NTT Pastikan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:27 WIB

PERMASA Kupang Kecam Dugaan Percobaan Pemerkosaan Siswi SD di Lobolauw, Dukung Polres Sabu Raijua Usut Tuntas dan Transparan

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:40 WIB

Ambil Langkah Pencegahan Kekerasan Dilingkungan Sekolah,Asti Laka Lena Kukuhkan Satgas PPKS,SMKN 5 Siap Penguatan Karakter Di MPLS

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:34 WIB

Upaya Tekan Kasus Kekerasan di Lingkungan pendididikan, Ketua TP PKK Prov.NTTDorong Optimalisasi Guru BK & Satgas PPKS

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:40 WIB

Ambrosius Kodo Tekankan Disiplin dan Optimalisasi PAD dalam Apel Virtual WFA Dinas PK NTT

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sidang Penyelesaian Sengketa informasi Muchtar Djafar Adam & BPN Manggarai Barat Digelar,Pemohon Cabut Sengketa Secara Resmi

Berita Terbaru