Ende, Savanaparadise.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNi) sedaratan Flores yakni, GMNI Cabang Ende, GMNI Cabang Sikka, GMNI Cabang Nagekeo menggelar Napak Tilas Bung Karno di Ende pada Senin, (23/3/2026)..
Kegiatan ini digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun GMNI ke-72 yang jatuh pada 23 Maret 1954. Selain 3 cabang, Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI turut hadir dalam kegiatam napak tilas di Ende.
Napak tilas ini dilaksanakan GMNI untuk mengingat kembali jejak perjalanan Bung Karno selama ia menjadi tahanan politik kolonial Belanda dan diasingkan di Ende mulai 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun tempat-tempat yang dikunjungi dalam napak tilas ini yakni, Pelabuhan Sukarno, Sub Depom Ende, Rumah Pengasingan Bung Karno, Serambi Bung Karno di Katedral, Gedung Imaculata, Makam Ibu Amsi, dan Taman Permenungan Bung Karno.
Terpantau, selama proses kegiatan napak tilas Bung Karno dari pagi hingga sore, kegiatan tersebut dikawal oleh pihak keamanan dari personil Polres Ende hingga selesai.
Wakil Sekretaris GMNI Cabang Ende, Fernando Teobaldus Agung Delu menuturkan, Dies Natalis GMNI yang ke-72 kali ini GMNI sedaratan Flores mengadakan kegiatan napak tilas Bung Karno.
“Bagi GMNI kegiatan ini sangat penting untuk mengingat kembali jejak langkah selama Bung Karno diasingkan di Ende kurang lebih 4 tahun”, kata pria yang akrab disapa Agung ini.
Agung mengatakan, dari sekian banyak situs bersejarah yang di kunjungi dalam napak tilas ini ditemukan kondisinya tidak terurus dan terawat secara baik.
Ia menyebut misalnya taman permenungan Bung Karno yang mana toilet dan gedung perpustakaan tidak berfungsi dan dibiarkan kosong. Selain itu, tambah dia, gedung imaculata yang menjadi tempat bersejarah di mana Bung Karno bersama masyarakat mementaskan 12 tonil juga kondisi sangat memprihatinkan.
“Kita mendesak pemerintah dalam hal ini dinas teknis yang mengurus dan mengelola aset sejarah ini untuk memperhatikan, mengurus, merawat, dan mengelolanya secara baik”, tegas Agung.
Sementara, Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko Goban ikut menyoroti beberapa aset sejarah yang menjadi rekam jejak presiden pertama RI Soekarno selama diasingkan di Ende agar perlu diperhatikan secara baik oleh pemerintah kabupaten Ende.
“Selama kegiatan napak tilas dari pagi hingga sore ada beberapa hal yang menjadi catatan kita yang harus disikapi pemerintah kabupaten Ende yaitu bagaimana untuk merenovasi, membenahi, dan menata kembali taman permenungan Bung Karno”, desaknya.
“Kita juga memberi masukan kepada pemerintah kabupaten Ende agar meronovasi kembali makam Ibu Amsi karena dari pengamatan kita, apabila di musim penghujan maka makam tersebut akan digenangi air”, tambahnya.
Selain memberikan beberapa catatan kritis terkait keberadaan situs bersejarah di Ende, Ketua GMNI Sikka juga mendorong agar pemerintah pusat menetapkan Ende sebagai kota Pancasila dan menetapkan taman permenungan Bung Karno sebagai taman nasional
“Kita GMNI sedaratan Flores memdorong Ende di tetapkan sebagai kota Pancasila kemudian kita juga mendorong pemerintah pusat menetapkan taman permenungan Bung Karno menjadi taman nasional”, tukasnya.
“Dari tiga cabang ini, kita telah berkomitmen dengan semangat gotong royong untuk terus bina diri, bina ilmu, dan bina bangsa demi panggilan moral sebagai kader ideologis. Semoga dari kegiatan napak tilas ini menjadi momentum refleksi dan kontepelasi diri dalam membamgun daerah dan bangsa. Kita menyampaikan selamat hari ulang tahun GMNI ke-72”, katanya
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










