Ende, Savanaparadise.com,- Komunitas Ende Baru Sportaiment (EB Sport) menggelar turnamen Billiard Ende Baru Cup 2026 dan E-Sport. Ajang ini resmi dibuka pada Minggu, (22/3/226) di Myau-Myau Cafe yang akan digelar selama dua hari, sejak 22 hingga 24 Maret 2026.
Turnamen ini dibuka sebagai bentuk dukungan terhadap visi-misi Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam mengembangkan potensi generasi muda di Kabupaten Ende.
Selain memperebutkan hadiah sebesar Rp. 16,5 Juta, dalam turnamen ini juga memperebutkan trofi Bupati Ende. Ajang bergensi ini disponsori oleh Pegadaian, Kelimutu Air Mineral, Extra Joss, dan Roxy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya Billiar, turnamen ini juga menggabungkan berbagai cabang e-sport populer seperti e-football (PS), Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile. Pilihan ini diambil lantarankeduanya memiliki basis penggemar yang luas dan terus berkembang.
Ketua Panitia Ende Baru Cup 2026, Denny Surya Dharma mengungkapkan, billiard kini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk melatih fokus, akurasi, serta pengendalian diri, begitupun dengan e-sport.
Ia mengatakan, e-sport telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara global.
“Turnamen ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar pecinta olahraga dan game, sekaligus menjaring atlet-atlet muda berbakat di Kabupaten Ende. Ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka,” ujar Denny Surya Dharma.
Menurut Denny, keikutsertaan para atlet dalam turnamen Ende Baru Cup tahun ini cukup signifikan hal tersebut seperti yang terdata untuk cabang billiard tercatat 30 peserta dari berbagai daerah di Flores, termasuk Kota Kupang.
Selain billiard, tambah Denny terdata pula bahwa yang mengikuti turnamen e-football sebanyak 30 tim, Mobile Legends 20 tim, Free Fire 20 tim, dan PUBG Mobile 10 tim.
“Para peserta berasal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini,” jelasnya.
Denny berharap Ende Baru Cup dapat menghidupkan kembali ekosistem turnamen e-sport di Ende yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Ia juga berharap turnamen ini dapat mendorong pembentukan organisasi Persatuan Olahraga Bililard Seluruh Indonesia atau POBSI di Kabupaten Ende.
Sementara, Ketua Divisi Biliar, Dimas Jayadiningrat, berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan olahraga biliar di Ende.
“Banyak sekali talenta muda potensial kita yang mampu bersaing dengan daerah lain, meskipun saat ini belum berada di bawah naungan organisasi resmi”, tukasnya
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










