NTT Menyapa Dunia: Tour de EnTeTe 2025, Balap Sepeda Terpanjang di Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG,Savanaparadise.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap mencatat sejarah baru lewat Tour de EnTeTe 2025, event balap sepeda internasional dengan lintasan terpanjang di Indonesia, mencapai 1.500 kilometer. Ajang ini digelar pada 10–21 September 2025, melintasi tiga pulau besar yakni Timor, Sumba, Flores, serta melibatkan peserta dari 13 negara.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, Tour de EnTeTe bukan sekadar perlombaan olahraga. Lebih jauh, ini adalah upaya NTT untuk meneguhkan diri sebagai panggung pariwisata dan budaya dunia.

“NTT tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus punya event besar yang mampu menarik perhatian dunia. Dari sinilah lahir gagasan Tour de EnTeTe,” ujar Melki, Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gagasan ini lahir dari serangkaian roadshow Gubernur Melki bersama para bupati dan wali kota ke sejumlah kementerian di Jakarta. Dari pertemuan dengan Kementerian Pariwisata, ia menyadari NTT belum memiliki agenda internasional yang cukup kuat. Dari situ lahirlah ide untuk membuat event balap sepeda dengan skala besar.

“Kalau daerah lain bisa punya event kelas dunia, mengapa NTT tidak? Maka saya usulkan konsep ini, dan ternyata mendapat dukungan banyak pihak,” jelasnya.

Tour de EnTeTe menghadirkan 10 etape dengan panorama dan tantangan berbeda. Start dimulai dari Kota Kupang, berlanjut ke Timor Tengah Utara, lalu menyusuri perbatasan Indonesia–Timor Leste hingga finis di Atambua, Belu. Pada etape ini, pembalap akan melewati jalur spektakuler di tepi pantai yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Baca Juga :  Muhamad Ansor dan Anton Landi Resmi Dilantik Jadi DPRD NTT Antar Waktu

Etape selanjutnya membawa peserta melintasi Soe di Timor Tengah Selatan, kemudian bergeser ke Pulau Sumba dengan dua etape, yakni Tanarara–Waingapu dan Waingapu–Sumba Barat Daya. Setelah itu, rombongan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules TNI menuju Flores untuk melanjutkan balapan dari Larantuka, Sikka, Ende, Ruteng, hingga finis di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dengan panjang lintasan mencapai 1.500 km, Tour de EnTeTe 2025 dinobatkan sebagai balap sepeda dengan rute terpanjang di Indonesia.

Bagi Gubernur Melki, ajang ini memiliki empat tujuan besar, yakni, mengerek pariwisata, menggerakkan ekonomi rakyat, mempercepat infrastruktur, dan menampilkan budaya NTT.

Setiap malam, di titik singgah peserta akan digelar pesta rakyat dengan melibatkan UMKM lokal. Produk unggulan seperti kain tenun, makanan khas, dan cinderamata NTT dipastikan hadir. “UMKM harus hidup. Wisatawan dan peserta bisa membeli oleh-oleh khas kita,” tegas Melki.

Infrastruktur pun dipacu. Pemerintah pusat melalui Balai Jalan memperbaiki sejumlah ruas yang sebelumnya rusak. “Jalan-jalan yang dilewati peserta sudah rapi dan siap. Event ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, panggung budaya NTT juga disiapkan. Dari tarian adat, musik tradisional, hingga festival kecil akan digelar untuk menunjukkan wajah riang, damai, dan penuh warna dari provinsi yang kerap dicap miskin ini.

Partisipasi 13 negara menegaskan posisi NTT di peta sport tourism dunia. Kontingen dari negara Filipina bahkan sudah tiba di Kupang. Setiap negara mengirim lima atlet beserta tim pendukungnya.

Baca Juga :  Bank NTT Mengalami Peningkatan Aset, Kredit & Founding ,Plt Dirut Bank NTT  Optimis kinerja di Akhir Tahun 2024 melebihi Target 

Menurut Gubernur, event ini akan memperkuat diplomasi budaya Indonesia. “Pesan yang ingin kita bawa sederhana. NTT dan Indonesia itu aman, damai, dan penuh keceriaan,” ucapnya.

Tour de EnTeTe 2025 bukan akhir, melainkan awal. Gubernur Melki menargetkan setiap tiga bulan sekali ada event berskala internasional di NTT. Setelah balap sepeda, ia berencana menghadirkan NTT Fashion Week, event lari internasional, hingga festival seni.

“Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang bagaimana NTT belajar mengelola event dunia. Kita sudah koordinasi dengan Menpora, Kementerian ESDM, Kemenparekraf, PLN, bahkan Freeport untuk dukungan. TNI dan Polri juga akan siaga penuh untuk pengamanan,” jelasnya.

Tema Tour de EnTeTe 2025, “Dari NTT untuk Indonesia”, merujuk pada jejak sejarah Bung Karno saat merumuskan Pancasila di Ende, Flores. Bagi Gubernur Melki, event ini menjadi simbol kontribusi NTT bagi bangsa.

“Dulu, Pancasila lahir dari perenungan Bung Karno di Ende. Sekarang, lewat Tour de EnTeTe, kita ingin menunjukkan bahwa NTT terus memberi warna positif bagi Indonesia,” tegasnya.

Dengan segala persiapan matang, dukungan lintas kementerian, keterlibatan TNI-Polri, hingga partisipasi UMKM dan masyarakat lokal, Tour de EnTeTe 2025 diyakini menjadi momentum besar NTT.

Bagi Gubernur Melki, ajang ini adalah tentang bagaimana sebuah daerah membangun citra, mempercepat pembangunan, dan meneguhkan peran NTT di panggung dunia.

“NTT memulainya dengan Tour de EnTeTe. Dari sini kita kirim pesan damai, ceria, dan penuh harapan bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Gubernur Melki. (*/)

Berita Terkait

Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Edi Endi Ajak Satukan Gagasan Bangun NTT
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Apresiasi Diskusi Publik DPW NasDem NTT
Dari Soe untuk NTT, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief Raih Post Kupang Award 2025
Diskusi Publik Kepemimpinan dan Pembangunan, Nasdem NTT Hadirkan Viktor Laiskodat dan Melki Laka Lena
Menuju Konferda VI PDI-P , tujuh nama berpeluang menjadi ketua DPD PDI-Perjuangan NTT
Berita ini 19 kali dibaca