Terkait PT Asiabeef, Umbu Hiya Minta DPRD Dan Pemkab Sumba Timur Bersikap

- Penulis

Selasa, 10 April 2018 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umbu Hiya Hamataki

Kupang, Savanaparadise.com,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Umbu Hiya Hamataki meminta Lembaga DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melihat kondisi masyarakat Desa Lailanjang dan 3 desa lainnya yang terkena dampak Investasi PT Asiabeef Biofarma Indonesia. Menurutnya warga empat desa itu mengalami penyempitan lahan penggembalaan akibat lahan hutan yang dikuasai oleh PT Asiabeef.

” Saya minta Lembaga DPRD dan pemerintah kabupaten Sumba Timur untuk segera bersikap. Dampak dari investasi itu membuat masyarakat desa Lailanjang, Tamma, Hanggaroru dan Tamburi susah mendapat akses lahan penggembalaan,” kata Umbu Hiya, Selasa, 10/04/18 di kompleks DPRD NTT Ini.

Umbu Hiya yang merupakan anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT ini mengatakan kehadiran pemerintah adalah untuk melayani dan menjembatani kepentingan masyarakat.

” ada satu dusun yang jumlahnya 200 jiwa yang sangat merasakan dampaknya. Satu dusun ini tidak mendapat akses ke pemerintah, akses kesehatan, akses pendidikan dan pasar. Karena dusun itu tepat berada di bawah lembah. Bagaimana mungkin investasi kemudian menyusahkan masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah itu milik rakyat bukan milik perusahaan. Kalau pemerintah mengabaikan kepentingan rakyat dan mengutamakan kepentingan perusahaan maka kemana lagi rakyat berharap.

” Apa jadinya kalau itu yang terjadi. Tidak pilihan lain selain membatalkan ijin PT Asiabeef. Lahan (Hutan lindung- Red)itu merupakan satu satunya harapan masyarakat untuk lahan penggembalaan. Itu untuk kepentingan adat, kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial. Masyarakat kemarin sudah menolak dan tidak mau tanda tangan daftar hadir,” jelasnya.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Umbu Hiya mengaku gerah dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat Lailanjang dan sejumlah desa yang kena dampak. Ia berencana akan membawa persoalan itu ke sidang Paripurna. Saat ini Umbu Hiya sedang berupaya mengatur agenda untuk membahas surat yang dikirim oleh masyarakat desa Lailanjang di Komisi I DPRD NTT. (S13)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru