Tahap Dua Tanggap Darurat; BPBD Ende Fokus Pemulihan Rumah Rusak, Trauma Healing, dan Kembalikan Pengungsi Ke Rumah

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Meta (Foto: Mateus Bheri/SP)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Meta (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Ende, Marselus Meta menegaskan bahwa memasuki tahap dua masa tanggap darurat bencana, BPBD lebih memfokuskan pada tahap pemulihan rumah rusak, trauma healing, dan mengembalikan para pengungsi, baik pengungsi mandiri maupun komunal ke rumah masing-masing.

Meskipun dia tidak menyebut, namun pada masa tanggap darurat tahap dua ini proses penyaluran bantuan logistik Sembako tetap dilaksanakan.

“Untuk ditahap dua ini fokus kami adalah rumah yang terdampak. Makanya sekarang kita mau turunkan tim verifikasi sehingga pembangunan Huntara (Hunian Sementara) bisa di segerakan Dan di fase kedua tanggap darurat ini, memang kita juga fokuskan untuk pemulihan psiko”, kata Kalak BPBD, Marselus Meta saat ditemui media di Posko Tanggap Darurat Bencana Ende, Senin, (31/8/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengenai pemulihan psiko atau trauma healing, kata dia, pihaknya telah bekerja sama dengan STIPAR Ende dan Universitas DIponegoro untuk melaksanakan tahapan ini. Dan menurutnya, saat ini tim telah diterjunkan di 28 titik lokasi untuk menjalankan misi tersebut.

Baca Juga :  VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah

Selain STIPAR dan Universitas Diponegoro menurut keterangan Marselus, berdasarkan hasil pertemuan bersama Bupati, diarahkan agar melibatkan lintas OPD dalam kegiatan trauma healing di setiap desa.

“Kami lagi agendakan, mudah-mudahan satu dua hari kedepan kita sudah berkeliling untuk bergerak di setiap desa. Jadi fokusnya kita itu, pemulihan rumah, trauma healing, dan kemudian untuk mengembalikan teman-teman dari lokasi pengungsi”, ujar Merselus.

Merselus menambahkan bagi pengungsi mandiri sesuai arahan BNPB nantinya akan di sertakan dengan dukungan logistik

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan datang logistik gelombang ketiga ini. Nanti saat kita menghimbau masyarakat untuk kembali ke rumah, kita sertakan dengan bantuan logistik masuk ke posko itu”, tambahnya.

Mengenai keadaan para pengungsi mandiri yang masih bertahan ditenda pengungsian dan kini kondisi kesehatan mereka terganggu, Ia menerangkan, saat ini tim medis dari dinas kesehatan sudah bergerak ke titik-titik pengungsi, baik pengungsi mandiri maupun pengungsi komunal.

“Di bidang kesehatan kita bersama Ibu Kadis, memang tim dari dinas kesehatan sudah bergerak ke tirik-titik pungusi baik pengungsi mandiri maupun pengungsi komunal yang ada”, katanya.

Sebarkan Tim Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Kerusakan Rumah

Berkaitan dengan tahap pemulihan rumah, menurut penjelasan Marselus, pada tahap ini pihaknya akan menyebarkan tim ke lapangan, melakukan verifikasi dan validasi data kerusakan, baik rumah rusak berat, sedang, maupun ringan.

Baca Juga :  Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende Tahun 2026 Tercatat 63 Kasus; 5 Orang Meninggal Dunia

Dari hasil verifikasi dan validasi, tambah dia, pihaknya akan mengunci data tersebut untuk memastikan berapa jumlah riil kerusakan rumah yang terjadi di Kabupaten Ende.

“Laporan data rumah terdampak bencana masih terus masuk dari beberapa wilayah, namun yang sudah terverifikasi dari data adminduknya sesuai by name by address yang dikunci 7030”, ungkapnya.

Marselus mengungkap kendala yang dihadapi BPBD sehingga data kerusakan rumah tersebut belum masuk sepenuhnya dikarenakan kurang konsistennya setiap wilayah untuk memasukan data riil.

Menurut dia, semestinya data tersebut sudah selesai diproses pada hari ketiga atau keempat bersamaan dengan pemulihan layanan jaringan listrik dan telekomunikasi tetapi permintaan tersebut kurang diperhatikan setiap wilayah.

Ia berharap mudah-mudahan kedepan dengan data yang valid dan akurat masyarakat terdampak bethak mendapakan bantauan rumah dari BNPB.

“Nanti tahapan verifikasi dan validasi mungkin 4 sampai 5 hari. Timnya kita sebar merata di setiap desa, pembagian kurang lebih 20 sampai 30 orang. Setelah itu kita kompilasi di Posko. Mudah-mudahan seminggu kita terget sehingga data tersebut kta akan terus ke BNPB dapat diproses untuk pemulihannya”, jelasnya.

“Namun tidak menutup kemungkinan untuk data-data kemarin yang belum valid akan kita usulkan di gelombang kedua pengusulan”, tambahnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende Tahun 2026 Tercatat 63 Kasus; 5 Orang Meninggal Dunia
Bupati Badeoda Lantik Gabriel Dala Jadi Sekda Ende; Minta Benahi Birokrasi Berbelit-Belit
Kunjungi Ende, Wamen PU Instruksikan Percepatan Tanggap Darurat Infrastruktur Air Minum Perumda Tirta Kelimutu
Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sempat Dikabarkan Batal Dibagikan ke KPM; 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Disalurkan Secara Manual
754 Ton Beras Rawan Pangan Di Ende Gagal Salur, Ansel Kaise : Pemkab Segera Koordinasi Dengan Bapanas
Ratusan Unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Tunggak Pajak
VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah
Berita ini 244 kali dibaca