Sebelum Gantung Diri Yohanes Tulis Surat, Isinya Ia Mengaku Dendam Dengan Ayahnya

- Penulis

Senin, 14 Oktober 2019 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ola Keda

 

Kupang, Savanaparadise.com,- Sebelum bunuh diri Yohanes Sinaga (14), pelajar kelas 2 SMP 13, Oebufu, Kota Kupang, sempat menulis surat wasiat. Isi surat wasiat itu ia mengaku dendam dengan sosok ayah kandungnya, Anton Sinaga.

Baca https://www.savanaparadise.com/pelajar-smp-di-kupang-tewas-bunuh-diri/

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yohan merupakan anak yatim. Ibunya dibunuh oleh ayahnya sendiri beberapa tahun lalu. Hingga kini, ayahnya masih mendekam di penjara. Sejak kepergian ibunya, Yohanes diasuh oleh pamanya, Nahor Lettakaeb di Jalan Amanuban, Oebufu, Kota Kupang. Nahor merupakan suami dari saudara kandung ibunya.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Di samping jasad itu, polisi menemukan sepucuk surat wasiat dari korban untuk keluarganya. Isi surat wasiat Yohan yang ditemukan di samping jasadnya.

Dalam isi surat itu, Yohan meminta maaf kepada keluarga yang selama ini menghidupi dia. Yohan juga keluhkan jika selama ini ia hidup dengan dendam kepada ayah kandungnya. Ia juga mengeluh tentang hinaan dari keluarga tentang keturunannya.

Meski hidup sebatang kara, Yohan bertekad menggapai cita-citanya, bekerja dan membalas semua kebaikan keluarga yang telah menjaganya selama ini. Namun, takdir berkata lain. Yohan menghabisi nyawanya menggunakan seutas tali di rumah tua.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Rumah tua itu adalah bekas rumah milik orangtuanya, rumah tempat ia dilahirkan. Di rumah itu, Yohan pernah merasa kasih sayang kedua orangtuanya. Namun, sejak kepergian ibunya, rumah itu tak berpenghuni. Yohan diasuh oleh saudara ibunya sementara beberapa saudaranya telah menikah. Dan, di rumah itu, Yohan menghabisi nyawanya. Ia memilih pergi menyusul ibunya. Selamat jalan Yohan, bahagia di Surga.(Sumber: Diantimur.com)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru