Pemaksaan Leluhur Oleh Timses Esthon Chris Tidak Etis

- Penulis

Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,-  Pernyataan Ketua Tim Sukses Esthon Foenay- Christian Rotok, Yonathan Nubatonis mendapat kriikan yang luat biasa dikalangan masyarakat NTT. bahkan hampir sepekan lebih Pernyataan Nubatonis yang memaksa leluhur untuk memenangkan Esthon-Chris terus menjadi polemik ditengah masyarakat.

Pengamat Sosial Politik dari Universitas Katolik Widya Mandira, Mickael Rajamuda Bataona menilai pernyataan tersebut adalah sesuatu yang keliru dan ngawur. Mikael beralasan karena leluhur tidak bisa disejajarkan dengan manusia karena alam dan leluhur adalah keramat dan terhormat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Pernyataan Nubatonis sebagaimana dilansir media, yang isinya bernada perintah kepada leluhur dan alam untuk mengikuti apa yang dikehendakinya bisa dibaca secara simbolik sebagai semacam ketidaktepatan berpikir  atau apa yang disebut sebagai kerancuan berpikir dan sesat pikir,” kata Mickael ketika dihubungi SP, 12/10.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Mickael mengatakan Mungkin saja bagi Nubatonis hal yang ia maksudkan adalah benar, namun perlu dipahami bahwa ketika ritual itu dibuat di ruang publik apalagi untuk perjuangan politik, pernyataan apa pun akan berimplikasi luas juga.

Dikatakannya bahwa pemaknaan terhadap pernyataannya itu bisa beragam dan berdampak negatif.secara antropologis, siapapun harusnya memahami bahwa manusia adalah mikrokosmos sedangkan alam dan leluhur adalah makrokosmos.

”  Di mana, siapa pun kita, entah pejabat, tetua adat, elit ataupun rakyat biasa, sebagai manusia, kita tetap harus  memosisikan diri selaras dengan alam dan leluhur. bukan sebaliknya memerintah atau “mengancam” mereka sebagai yang lebih besar dari kita. Kita berhubungan dengan mereka selalu lewat ritus atau ritual,” kata Mickael.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

dijelaskannya Ketika ritual dilakukan, manusia sebenarnya  sedang menunjukan keterbatasan dan kekurangannya sebagai manusia. Sehingga alam dan leluhur bahkan Pencipta diminta hadir untuk membantu menguatkan prjuangan manusia.

Tetapi ketika alam dan leluhur yg oleh masyarakat sudah dipersepsi sebagai  kekuatan yang melampaui manusia, justru diperintah, maka manusia yang melakukan hal tersebut secara sadar sedang menunjukan diri sebagai yang berkuasa atas alam dan leluhur.

” Sebab sebagai yang melampaui manusia, alam dan leluhur tidak bisa diperintah. Inilah yang secara logika bisa sebut sebagai kesalahan berpikir. Atau dalam bahasa sederhananya disebut  ‘ngawur’. Karena alam dan leluhur tdk bisa diletakan lebih rendah dari manusoa dn masyarakat. Alam dn leluhur adalah sesuatu yg keramat dn dihormati masyarakat” jelasnya.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru