Peluang Usaha Dibalik Ritual Adat Golo Kowa Hole di Sabu Raijua

- Penulis

Selasa, 26 April 2022 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ferdy Ado mantan aktivis dan Guru SMA yang memfasiltasi orang muda di Kecamatan Hawu Mehara membuka usaha dalam momen ritual adat Golo Kowa Howe (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Ferdy Ado mantan aktivis dan Guru SMA yang memfasiltasi orang muda di Kecamatan Hawu Mehara membuka usaha dalam momen ritual adat Golo Kowa Howe (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Menia, Savanaparadise.com,- Budaya Golo Kowa (Lepas Perahu) Hole merupakan warisan leluhur dan adat istiadat bagi masyarakat Sabu Raijua di NTT.

Bagi masyarakat adat setempat, khususnya di wilayah Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, ritual adat Golo Kowa Hole menjadi tradisi yang sering dilakukan setelah musim panen hasil pertanian.

Ritual adat Golo Kowa Hole biasa dilakukan oleh Ratu Mone Pidu ( 7 orang Tua Adat ) yang memiliki kepercayaan ( Halai) bahwa seluruh hasil pertanian yang didapat merupakan berkat dari Tuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga, sebagai ucapan syukur maka masyarakat adat setempat melakukan ritual adat Golo Kowa dengan mempersembahkan seluruh hasil pertanian yang di panen.

Setelah melaksanakan ritual adat Golo Kowe, berdasarkan tradisi masyarakat adat setempat, selanjutnya dilakukan ritual Peiu Manu Peha’u Hadda (Sabung Ayam).

Ritual Peiu Manu Peha’u Hadda ini sendiri bagi masyarakat adat setempat mengandung arti menjembatani permusuhan antara manusia dengan manusia.

Kendati menjadi budaya bagi masyarakat adat setempat yang selalu diritualkan dalam setiap tahun, namun ritual Peiu Manu Peha’u Hadda pernah dilarang oleh pihak berwajib.

Karena itu sebagai bentuk dukungan, dalam ritual adat kali ini dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka S.H.

Baca Juga :  Satlantas Polres Ende Bangun Sinergi Bersama FLLAJ Dalam Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Bahkan, Paulus Rabe Tuka mempunyai inisiatif merekomendasikan ritual adat Peiu Manu Peha’u Hadda untuk ditetapkan dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sabu Raijua.

Selain Ketua DPRD Sabu Raijua, uniknya, ritual adat Peiu Manu Peha’u Hadda tahun ini pula dihadiri oleh Camat dan Kapolsek Hawu Mehara, Mikael Wila Here bersama anggotanya sekaligus melakukan pengamanan.

Sedangkan ritual ini sendiri dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut.

Ternyata ritual adat Golo Kowa Howe dan Peiu Manu Peha’u Hadda selain sebagai budaya bagi masyarakat adat Sabu Raijua yang wajib dijalankan setiap tahun, selain itu, ritual adat tersebut mampu mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.

Pasalnya, selama 4 hari berlangsungnya ritual adat tersebut, begitu banyak masyarakat se Kabupaten Sabu Raijua yang turut menyaksikan ritual adat itu.

Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha milik mereka demi mendongkrak ekonomi keluarga.

Hal ini persis yang dilakukan oleh salah satu tokoh muda di Desa Lobohede, Ferdy Ado nama lengkapnya.

Ketika disambangi Savanaparadise.com, Selasa (26/04/22), Ferdy menuturkan ritual adat Golo Kowa Howe dan Peiu Manu Peha’u Hadda memiliki peluang usaha yang sangat baik.

Baca Juga :  Puluhan Masyarakat Datangi Kantor DPRD Ende; Keluhkan Soal Surat Rekom Pengisian BBM

Atas dasar itu, dengan melihat peluang yang ada dirinya lalu mengorganisir sebagian pemuda yang ada di wilayah itu membuka usaha kecil-kecilan.

Usaha yang dijalankannya adalah membuka warung kopi dan diberi nama Ana Ngarru Mira Tahe (Pemuda Menopang Kebersamaan).

Menurutnya, nama itu diberinya sebagai simbol bahwa orang muda harus bahu membahu dan bekerjasama antara satu dengan yang lainnya.

“Saya melihat peluang ini dan memanfaatkan keramian dengan membuka usaha kecil-kecilan bersama teman-teman orang muda lainnya. Minimalnya bisa membiayai kebutuhan sendiri”, ungkap Ferdy.

Mantan aktivis dan Guru SMA di Kecamatan Hawu Mehara tersebut mengaku, ada berbagai menu yang disiapkan bagi masyarakat yang mengikuti ritual itu. Baik itu menu makan maupun menu minuman.

Adapun Aneka Menu yang Ditawarkan kepada Pembeli yaitu:
Aneka Snack dan Makanana:
* Pisang Keju
*Jagung Bunga Balado
*Jagung Bunga Biasa
* Mie Rebus
Aneka Minuman Dingin
*Es Buah
*Salad Buah
* Es Kelapa
* Good Day Dingin
* Cappucino Dingin
* Susu Dingin
* Pop Ice
Aneka Minuman Hangat
* Good Day Panas
* Teh Hangat
* Kopi Mocca
* Kopi Susu
* Kopi Hitam
* Susu Hangat
* Cappucino Panas

Penulis: Dule Dubu

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

Terobos Medan Ekstrem; Polres Ende Sukses Beri Pengobatan Gratis dan Bantuan bagi Warga Terdampak di Ngalupolo
Update Data Terbaru Warga Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende, Totalnya sebanyak 6945,; Naik 3573
Peduli Gempa Di Flores, DPC Demokrat Ende Salurkan 500 paket Sembako Bagi Warga Terdampak
BNPB Minta Pemkab Ende Perhatikan Korban Gempa Flores di Tenda Pengungsian
PDI Perjuangan Salurkan Air Bersih Bagi Korban Bencana Gempa Flores di Ende 
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Tiba di Ende, Kepala BNPB Sebut Beredarnya Informasi Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar Dari M7,7 Adalah Hoaks
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Terobos Medan Ekstrem; Polres Ende Sukses Beri Pengobatan Gratis dan Bantuan bagi Warga Terdampak di Ngalupolo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Update Data Terbaru Warga Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende, Totalnya sebanyak 6945,; Naik 3573

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Peduli Gempa Di Flores, DPC Demokrat Ende Salurkan 500 paket Sembako Bagi Warga Terdampak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:43 WIB

BNPB Minta Pemkab Ende Perhatikan Korban Gempa Flores di Tenda Pengungsian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:43 WIB

PDI Perjuangan Salurkan Air Bersih Bagi Korban Bencana Gempa Flores di Ende 

Berita Terbaru