Mahasiswi Muhammadiyah di Kupang Bunuh Bayinya Dan Ditaruh Dalam Tas Kresek

- Penulis

Senin, 3 Desember 2018 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Andyos Manu

Kupang, Savanaparadise.com,- NI Seorang Mahasiswi Universitas Muhammadiyah di Kota Kupang, tega membunuh jabang bayinya. Mahasiswi semester 3 ini menghabisi nyawa bayi setelah melahirkan tanpa dibantu oleh siapa-siapa.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi, Senin (3/12/2018) siang, pelaku memperagakan 21 adegan dari awal melahirkan hingga proses pembunuhan bayi di kosnya, di kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang. rekonstruksi ini dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Usai proses rekonstruksi Wayan menjelaskan, NI melahirkan tanpa bantuan orang lain. Kemudian membunuh bayinya dengan cara ditikam persis di bagian perut sebanyak dua kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah ditikam, jasad bayi malang itu diisi dalam kantong kresek,” ungkap Wayan.

Ni yang sudah berusia 18 tahun ini, diketahui ketika ibu kos beserta tante pelaku mengantarnya ke rumah sakit umum S.K Lerik, untuk menjalani perawatan.

Baca Juga :  Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Sadisnya, menurut pengakuan para petugas parkiran rumah sakit yang namanya tidak mau disebutkan, bahwa bayi malang ini dimasukkan ke kantong kresek.

Petugas yang memeriksa jasad bayi berjenis kelamin perempuan itu langsung melaporkan temuan tersebut ke Polisi dan selanjutnya dilakukan otopsi.

Rekonstruksi tersebut mendapat perhatian warga sekitar dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian dari Polres Kupang Kota.(AM)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru