Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD NTT Tuai Kritik

- Penulis

Selasa, 11 Juli 2017 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordiantor Lembaga Survey (LSI) Wilayah NTT, Petrus Yohn Mone

Kupang, Savanaparadise.com,- Niat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT melanjutkan pembahasan Raperda tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD NTT mendapat respon negative dari kalangan Masyarakat NTT.

Koordiantor Lembaga Survey Indonesia (LSI) Wilayah NTT, Petrus Yohn Mone menilai Ngototnya Anggota anggota dewan untuk membahas kenaikan tunjangan sangat melukai perasaan masyarakat NTT. Menurutnya tunjangan anggota DPRD tidak mencerminkan diri sebagai perwakilan dari rakyat.

“ Anggota dewan tidak pantas meminta kenaikan gaji, sebab mereka kinerja saja masih dipertanyakan. anggota dewan harus menuaikan kewajibannya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui tugas dan fungsi yang diperankannya di lembaga legislative,” kata Mone kepada SP, Senin,10/07.

Lebih lanjut dijelaskannya sangat tidak relevan kalau dewan meminta kenaikan gaji. apalagi sulit mengukur kinerja dan prestasi DPRD.

“ mereka itu wakil rakyat atau wakil apa? Menjadi anggota DPRD itu untuk berjuang membebaskan rakyat dari kemiskinan bukan menjadikan lembaga Dewan sebagai mata pencaharian,” Kecamnya.

Ia Meminta anggota DPRD NTT untuk segera membatalkan pembahasan Raperda tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD. Baginya Fokus anggota dewan adalah untuk bekerja bukan malah membahas penghasilan sebagai anggota DPRD.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Sementara itu Yulius Bau salah satu tenaga harian disalah satu took kelontong juga menyesalkan niat anggota DPRD NTT yang lebih agresif membahas kenakan tunjangan ketimbang mau berkutat pada urusan-urusan rakyat.

“ Baiknya mereka digaji dengan standar UMR (Upah Minimum Regional-Red)saja suapaya kita mau lihat apakah mereka benar-benar mau jadi wakil rakyat atau cari penghasilan,” Jelasnya.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru